Home Berita Sambut Hari Kartini, KAI Adakan Edukasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen

Sambut Hari Kartini, KAI Adakan Edukasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Pasar Senen

Share

JAKARTA, LINTAS – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengadakan talkshow pencegahan pelecehan seksual di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini digelar bersama Indonesian Railway Preservation Society sebagai bagian dari kampanye menciptakan transportasi publik yang aman dan inklusif.

Acara menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya psikolog Diah Nurayu Kusumawardani, Kanit 2 PPA PPO Polres Jakarta Pusat Ari Santoso, perwakilan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Jakarta Pusat Meinita Fitriana Sari, serta jajaran manajemen KAI termasuk Erni Sylviane Purba.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan di ruang publik, khususnya transportasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. KAI mengimbau pelanggan untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami indikasi pelecehan seksual kepada petugas,” ujar Franoto.

Sanksi Tegas

Ia menambahkan, KAI menerapkan sanksi tegas terhadap pelaku pelecehan seksual di lingkungan operasional perusahaan.

“Kami tegaskan, jangan coba-coba melakukan pelecehan seksual di lingkungan KAI. Pelaku dapat dilaporkan ke kepolisian, identitasnya ditayangkan sebagai peringatan publik, hingga masuk daftar hitam sehingga tidak diperkenankan menggunakan layanan kereta dalam jangka waktu tertentu bahkan permanen,” ujar Franoto.

Ia menambahkan, KAI telah menerapkan sejumlah langkah preventif, antara lain penyediaan toilet terpisah di kereta jarak jauh, gerbong khusus wanita pada layanan KRL, pemasangan CCTV analytic di area strategis, kursi prioritas perempuan, edukasi di stasiun dan sekolah, hingga layanan pengaduan melalui Contact Center KAI 121.

Dalam sesi talkshow, para narasumber memaparkan bentuk-bentuk pelecehan seksual, cara pencegahan, serta mekanisme pelaporan yang bisa dilakukan korban maupun saksi. Diskusi interaktif juga memberi ruang bagi penumpang untuk berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada para ahli.

Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan petisi anti pelecehan seksual oleh narasumber, tamu undangan, dan pelanggan kereta. Petisi ini menjadi bentuk dukungan kolektif untuk mewujudkan transportasi publik yang aman dan bebas kekerasan.(CHI)

Baca Juga: Irigasi 1.600 Ha Terganggu, Bendung Jamuan Segera Dipulihkan

Oleh:

Share