JAKARTA, LINTAS – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api di Pulau Sumatera terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Semester I 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 3.818.770 pelanggan pada layanan kereta api jarak jauh maupun lokal di empat Divisi Regional (Divre) KAI di Sumatra. Jumlah tersebut meningkat 11,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 3.429.603 pelanggan.
Peningkatan ini terjadi di seluruh wilayah operasional KAI di Sumatra, mulai dari Divre I Sumatera Utara, Divre II Sumatera Barat, Divre III Palembang, hingga Divre IV Tanjungkarang. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel sebagai pilihan utama untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan antarkota.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman, tepat waktu, dan nyaman.
“Kereta api telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, menjalankan usaha, mengunjungi keluarga, maupun berwisata. Setiap wilayah memiliki karakter perjalanan yang berbeda sehingga pelayanan harus terus mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan,” kata Anne dikutip Minggu (19/7/2026).
Seluruh Divre Catat Pertumbuhan
Dari empat wilayah operasional di Sumatera, Divre II Sumatera Barat mencatat pertumbuhan pelanggan tertinggi.
Rinciannya sebagai berikut:
- Divre I Sumatera Utara melayani 1.390.985 pelanggan, meningkat 4,7 persen dibanding Semester I 2025 sebanyak 1.328.370 pelanggan.
- Divre II Sumatera Barat mencatat 1.142.466 pelanggan, naik 17,6 persen dari 971.845 pelanggan.
- Divre III Palembang melayani 603.967 pelanggan, meningkat 10,8 persen dibanding 545.326 pelanggan pada tahun sebelumnya.
- Divre IV Tanjungkarang mencatat 681.352 pelanggan, atau naik 16,7 persen dari 584.062 pelanggan.
Menurut Anne, pertumbuhan di seluruh Divre memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin dibutuhkan oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang aktivitas.
Di Sumatera Utara, kereta api menjadi moda penting bagi mobilitas antarkota dan perjalanan menuju Kota Medan beserta kawasan penyangganya. Sementara di Sumatera Barat, layanan kereta api mendukung akses menuju Kota Padang, kawasan pendidikan, pusat ekonomi, Bandara Internasional Minangkabau, hingga destinasi wisata di pesisir dan perbukitan.
Adapun di wilayah Sumatera bagian selatan yang meliputi Palembang dan Tanjungkarang, kereta api dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan bisnis, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga, hingga aktivitas wisata.
“Data di setiap Divre menunjukkan bahwa kereta api memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ada pelanggan yang menggunakannya setiap hari untuk bekerja, ada yang bepergian antarkota, hingga keluarga yang memilih kereta api sebagai moda perjalanan wisata,” jelas Anne.
Menawarkan Pengalaman Perjalanan yang Berbeda
Selain menjadi moda transportasi yang efisien, perjalanan menggunakan kereta api di Sumatra juga menawarkan panorama alam yang beragam. Pelanggan dapat menikmati pemandangan kawasan perkotaan, persawahan, perkebunan, sungai, perbukitan, hingga permukiman masyarakat sepanjang perjalanan.
Di Sumatera Barat misalnya, lintasan kereta menyuguhkan hamparan sawah dan perbukitan yang menjadi daya tarik tersendiri. Sementara di Sumatera Utara, pelanggan menikmati perpaduan lanskap perkotaan, perkebunan, dan kawasan permukiman.
“Kereta api memberikan kesempatan bagi pelanggan menikmati keindahan Sumatra dari sudut pandang yang berbeda. Pemandangan sepanjang perjalanan menjadi bagian dari pengalaman yang tidak didapatkan dari moda transportasi lainnya,” kata Anne.
Pertumbuhan Sumatera Lampaui Nasional
Pertumbuhan pelanggan kereta api di Sumatera sebesar 11,35 persen juga melampaui rata-rata pertumbuhan pelanggan KAI secara nasional. Secara nasional, layanan kereta api jarak jauh dan lokal KAI melayani 29.858.243 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 27.463.553 pelanggan.
Anne menegaskan peningkatan jumlah pelanggan harus diimbangi dengan kesiapan layanan, mulai dari keandalan sarana dan prasarana, pemeliharaan jalur, peningkatan kompetensi petugas, kebersihan fasilitas, hingga penyampaian informasi perjalanan yang mudah dipahami masyarakat.
“Pertumbuhan volume pelanggan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Keselamatan, kenyamanan, pemeriksaan sarana, pemeliharaan jalur, hingga pelayanan sejak pelanggan berada di stasiun sampai tiba di tujuan menjadi prioritas utama KAI,” tegasnya.
Dukung Pengembangan Perkeretaapian Nasional
KAI menilai tren peningkatan pelanggan di Sumatera menjadi gambaran nyata besarnya potensi transportasi berbasis rel dalam mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Data operasional tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan jaringan perkeretaapian nasional, termasuk rencana pengembangan Trans Sumatera Railway yang menjadi salah satu fokus pemerintah.
Menurut Anne, pengembangan jaringan kereta api membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KAI, dan seluruh pemangku kepentingan agar mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di masa depan.
“Kenaikan pelanggan di seluruh Divre Sumatera menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, andal, nyaman, dan mudah diakses. Dengan kolaborasi semua pihak, transportasi kereta api di Sumatera diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Anne. (CHI)
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jember Resmi Sambut Siswa Baru, Fasilitas Modern dan Lengkap















