JAKARTA, LINTAS – Perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh kini menjadi pilihan banyak masyarakat karena menawarkan kenyamanan sekaligus pengalaman menikmati keindahan alam sepanjang lintasan. Dari hiruk-pikuk ibu kota hingga panorama pegunungan dan pesisir di ujung timur Pulau Jawa, perjalanan panjang dengan kereta api menghadirkan cerita tersendiri bagi setiap penumpang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat terdapat lima layanan kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia. Jalur yang ditempuh berkisar antara 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer, menghubungkan berbagai kota besar sekaligus menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di Pulau Jawa.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta api jarak jauh dirancang untuk memberikan beragam pilihan perjalanan bagi masyarakat, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, wisata, maupun silaturahmi dengan keluarga.
“Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” ujar Anne.
KA Blambangan Ekspres Jadi yang Terpanjang
Posisi pertama ditempati KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang dengan panjang lintasan sekitar 1.030 kilometer. Kereta ini menjadi layanan dengan rute terpanjang yang dioperasikan KAI saat ini.
Sepanjang 2025, KA Blambangan Ekspres melayani 533.988 pelanggan, sedangkan pada Semester I 2026 jumlah penumpangnya mencapai 247.142 orang.
Perjalanan dari Jakarta menuju Banyuwangi tersebut melewati sejumlah kota penting di jalur utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, hingga Jember sebelum berakhir di Stasiun Ketapang.
KA Sangkuriang Tembus 1.002 Kilometer
Di posisi kedua terdapat KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang dengan panjang perjalanan sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, layanan ini telah dimanfaatkan 133.119 pelanggan. Jalurnya melintasi Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember hingga Banyuwangi.
Kehadiran KA Sangkuriang memberikan alternatif perjalanan langsung dari Jawa Barat menuju Jawa Timur tanpa perlu berganti kereta di tengah perjalanan.
Pandalungan, Gajayana dan Gaya Baru Malam Selatan
Di peringkat ketiga terdapat KA Pandalungan relasi Gambir–Jember dengan panjang lintasan sekitar 919 kilometer. Selama 2025, kereta ini melayani 409.200 pelanggan, sedangkan Semester I 2026 mencapai 211.325 pelanggan.

Posisi keempat ditempati KA Gajayana relasi Gambir–Malang dengan jarak sekitar 904 kilometer. Kereta ini mengangkut 308.106 pelanggan sepanjang 2025 dan 162.379 pelanggan pada Semester I 2026.
Sementara itu, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng berada di posisi kelima dengan panjang lintasan sekitar 825 kilometer. Pada 2025 layanan ini melayani 389.736 pelanggan, sedangkan Semester I 2026 mencapai 198.582 pelanggan.
Bukan Sekadar Moda Transportasi
Menurut Anne, perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka akses ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah yang dilalui.
Keberadaan stasiun di berbagai kota mendorong tumbuhnya aktivitas transportasi lanjutan, hotel, restoran, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha lokal yang melayani kebutuhan para penumpang.
“Perjalanan panjang dengan kereta api memberi ruang bagi pelanggan untuk beristirahat, berbincang bersama keluarga, membaca, bekerja, atau menikmati pemandangan. Pengalaman berlibur pun dapat dimulai sejak kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan,” kata Anne.
Ia menambahkan, KAI terus meningkatkan kualitas pelayanan baik di stasiun maupun selama perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. (CHI)
Baca Juga: Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Pelabuhan Ini Makin Siap Jadi Gerbang Logistik Dunia















