JAKARTA, LINTAS – KAI Properti membangun selasar pedestrian sepanjang sekitar 250 meter untuk menghubungkan kawasan eks Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City, Jakarta. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan dan peningkatan akses pejalan kaki menuju stasiun.
Pembangunan selasar direncanakan berlangsung selama sekitar tujuh bulan. Jalur pedestrian ini akan dilengkapi travelator dan moving walk, masing-masing sepanjang 40 meter, untuk membantu mobilitas masyarakat yang berjalan menuju Stasiun BNI City.
Selain jalur pedestrian, penataan kawasan juga mencakup penyediaan area parkir serta titik drop-off bagi pengguna transportasi daring atau ojek online. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat berpindah dari kendaraan menuju layanan kereta api maupun sebaliknya.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan pembangunan selasar merupakan bagian lanjutan dari pekerjaan integrasi kawasan Karet dan BNI City.
“Selasar sepanjang kurang lebih 250 meter ini dirancang untuk membentuk konektivitas pedestrian antara kawasan eks Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Dengan dukungan travelator serta fasilitas akses lainnya, kami berharap pergerakan masyarakat menuju kawasan stasiun dapat semakin mudah, nyaman, dan tertata,” ujar Bramantya.
Baca Juga: Anggaran PU 2026 Capai Rp 69 Triliun, Irigasi Jadi Prioritas
Menurut dia, pembangunan selasar tersebut melanjutkan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya telah dilakukan KAI Properti di Stasiun BNI City.
Pekerjaan tahap sebelumnya meliputi optimalisasi fasilitas akses vertikal melalui penggantian travelator menjadi eskalator dan tangga, pembangunan hall barat dan hall timur untuk mendukung sirkulasi penumpang, serta penerapan konsep smart station melalui pemasangan smart lamp di area peron.


KAI Properti juga membangun kanopi yang terhubung dengan jalur pedestrian sebagai bagian dari penataan akses di kawasan Stasiun BNI City.
Akses Masyarakat
Dengan pembangunan selasar baru, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga menghubungkan area stasiun dengan lingkungan di sekitarnya. Jalur pedestrian tersebut nantinya menjadi akses bagi masyarakat dari kawasan eks Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City.
Penataan area parkir dan titik drop-off turut diarahkan untuk mendukung konektivitas first mile dan last mile. Fasilitas ini dapat digunakan masyarakat yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi daring sebelum melanjutkan perjalanan dengan kereta api.
Bramantya mengatakan konektivitas antartitik mobilitas menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kawasan stasiun di tengah tingginya aktivitas transportasi perkotaan.
“Integrasi kawasan perlu didukung dengan akses yang mampu menghubungkan berbagai titik mobilitas masyarakat. Karena itu, pekerjaan yang kami lakukan diarahkan agar konektivitas menuju Stasiun BNI City dapat didukung oleh jalur pedestrian serta fasilitas pendukung yang memadai,” katanya.
Sebagai bagian dari KAI Group, KAI Properti terus mengembangkan infrastruktur pendukung kawasan perkeretaapian dengan mengutamakan aksesibilitas dan konektivitas. Penataan kawasan Karet-BNI City menjadi salah satu upaya menghubungkan fasilitas stasiun dengan moda transportasi dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
“Ke depan, KAI Properti akan terus menjalankan perannya dalam pengembangan infrastruktur yang mendukung konektivitas transportasi berbasis kereta api. Kami berharap setiap pengembangan dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan sekaligus semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi publik,” ujar Bramantya. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Periksa Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran yang Rooboh, Opsi Bangun Ulang Dibuka












