Home Berita KAI Perkuat Distribusi Pupuk, 10.050 Ton Terkirim hingga Juni 2026

KAI Perkuat Distribusi Pupuk, 10.050 Ton Terkirim hingga Juni 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah melayani pengiriman pupuk sebanyak 10.050 ton melalui angkutan barang berbasis rel. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem distribusi yang lebih teratur, berkapasitas besar, dan mampu melengkapi moda transportasi lain dalam menghubungkan sentra produksi, gudang penyimpanan, hingga daerah tujuan.

Berdasarkan catatan kinerja perusahaan, KAI sebelumnya mengangkut 24.180 ton pupuk pada 2024 dan 21.060 ton sepanjang 2025. Capaian tersebut menunjukkan bahwa angkutan kereta api telah menjadi salah satu pilihan dalam mendukung distribusi pupuk nasional selama beberapa tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan yang konsisten sehingga dapat menjadi bagian penting dalam sistem distribusi pupuk nasional.

“Kereta api memiliki kapasitas untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan yang teratur. Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah,” kata Anne, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pola distribusi multimoda menjadi solusi untuk memperkuat rantai pasok pupuk. Kereta api dapat dimanfaatkan sebagai moda utama antardaerah, sementara distribusi dari terminal barang menuju gudang maupun ke lokasi penerima dilanjutkan menggunakan angkutan jalan.

Perdagangan Pupuk Global

Peran transportasi yang terintegrasi dinilai semakin penting di tengah dinamika perdagangan pupuk global. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat volume perdagangan pupuk dunia pada periode Januari–April 2026 turun sekitar 20 hingga 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan rata-rata harga pupuk global pada 2026 meningkat sekitar 31 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran rantai distribusi pupuk di dalam negeri agar kebutuhan sektor pertanian tetap terpenuhi secara optimal.

Di tingkat nasional, Kementerian Pertanian mencatat penyaluran pupuk bersubsidi hingga 25 Juni 2026 telah mencapai 54,28 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Besarnya volume penyaluran tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, produsen pupuk, penyedia transportasi, pengelola gudang, distributor, hingga penerima di daerah.

“Setiap moda transportasi memiliki peran yang saling mendukung. Kereta api dapat melayani perjalanan utama antardaerah, kemudian pengiriman dari dan menuju terminal barang dapat dilanjutkan dengan moda lain. Pola seperti ini memberi pilihan tambahan dalam mengatur distribusi pupuk,” jelas Anne.

Angkutan Barang

Pengiriman pupuk sendiri merupakan bagian dari layanan angkutan barang nonbatu bara KAI. Selama Semester I 2026, perusahaan berhasil mengangkut 5.963.948 ton barang nonbatu bara, yang meliputi peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), semen dan klinker, hasil perkebunan, barang ritel, pupuk, hingga berbagai komoditas lainnya.

Besarnya kapasitas angkutan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Kementerian Pertanian, produsen pupuk, pemerintah daerah, perusahaan logistik, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pemanfaatan layanan kereta api dapat disesuaikan dengan lokasi produksi, jaringan rel, terminal barang, fasilitas penyimpanan, dan kebutuhan distribusi di masing-masing wilayah.

Anne menegaskan, penyusunan pola distribusi yang efektif memerlukan koordinasi seluruh pihak, mulai dari penentuan volume barang, jadwal perjalanan, lokasi pemuatan, kesiapan terminal, hingga proses penerimaan pupuk di daerah tujuan.

“Kelancaran penyaluran pupuk merupakan hasil kerja bersama. KAI siap menjadi bagian dari kerja tersebut melalui layanan barang yang aman, terjadwal, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman,” tutur Anne. (CHI)

Baca Juga: KAI Wisata Buka Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta, Dukung Batik dan UMKM

Oleh:

Share