JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan proyek Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di lingkungan Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Infrastruktur air minum modern ini dihadirkan untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman, sehat, dan memenuhi standar kualitas kesehatan secara berkelanjutan.
Proyek tersebut mengusung teknologi pengolahan air mutakhir, mulai dari modernisasi sistem filtrasi, digitalisasi pemantauan jaringan, hingga pemanfaatan energi terbarukan. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk menghasilkan air minum berkualitas tinggi yang dapat didistribusikan secara konsisten kepada pengguna di lingkungan Akmil.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan SPAM merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan akses air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
“SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Diharapkan dengan ketersediaan air minum aman, dapat mendukung peningkatan kesehatan masyarakat,” kata Dody dikutip Jumat (17/7/2026).


Pekerjaan optimalisasi dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 sebesar Rp 4,3 miliar. Proyek tersebut kini telah mencapai progres 100 persen dan siap dimanfaatkan.
Teknologi Filtrasi
Sistem pengolahan air dirancang secara terpadu, dimulai dari pengambilan air baku yang kemudian melewati proses penyaringan menggunakan Multi Media Filter (MMF) dan Ultrafiltration (UF). Setelah melalui proses sterilisasi, air didistribusikan ke seluruh area pelayanan di lingkungan Akademi Militer. Penggunaan teknologi filtrasi tersebut memastikan kualitas air tetap jernih dan memenuhi baku mutu kesehatan secara konsisten.

Keunggulan lain dari SPAM ini adalah penerapan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), yakni teknologi kendali berbasis komputer yang memungkinkan pemantauan kondisi jaringan air secara real-time. Melalui sistem ini, operasional perpipaan, pompa, hingga tangki penyimpanan dapat dipantau dan dikendalikan secara lebih cepat, efisien, serta akurat.
Selain mengandalkan teknologi digital, proyek ini juga mengusung konsep infrastruktur berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan. Sistem panel surya (solar cell) dipasang untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik unit pengolahan air sehingga dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Sebagai bagian dari optimalisasi layanan, proyek ini juga dilengkapi dengan fasilitas Water Dispenser (WD) dan Water Fountain (WF) sebagai sarana distribusi air minum langsung. Penyediaan kedua fasilitas tersebut menjadi komponen terbesar dalam pekerjaan optimalisasi dengan porsi mencapai 63 persen dari total bobot kegiatan. (CHI)
Baca Juga: KAI Wisata Buka Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta, Dukung Batik dan UMKM















