JAKARTA, LINTAS – Kementerian Perhubungan telah melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) terhadap 60.946 armada bus selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan angkutan umum saat mudik.
“Dari total tersebut, sebanyak 27.635 unit atau 45,34 persen merupakan bus antar kota antar provinsi (AKAP), 27.461 unit atau 45,06 persen bus antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan pariwisata 2.651 unit atau 4,35 persen, serta kategori lainnya 3.199 unit atau 5,25 persen,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan hasil rampcheck yang dilakukan sejak 23 Februari hingga 23 Maret 2026, sebanyak 38.758 unit bus atau 63,59 persen dinyatakan diizinkan beroperasi.
Sementara itu, 13.116 unit atau 21,52 persen mendapat peringatan perbaikan karena melanggar aspek teknis penunjang. Kemudian, 1.941 unit atau 3,18 persen dikenai sanksi tilang dan dilarang beroperasi akibat pelanggaran administrasi. Adapun 7.131 unit atau 11,70 persen dilarang beroperasi karena melanggar aspek teknis utama.


Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi
Selain kendaraan, Kemenhub juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi. Dari total 683 pengemudi yang diperiksa, sebanyak 634 orang atau 92,83 persen dinyatakan sehat dan laik mengemudi.
“Sebanyak 40 pengemudi atau 5,86 persen dinyatakan laik dengan catatan, dan 9 pengemudi tidak laik berkendara,” jelas Aan.
Rampcheck juga dilakukan secara langsung di sejumlah titik strategis. Salah satunya di Rest Area Km 45 Tol Jagorawi yang menjadi jalur padat menuju kawasan wisata Puncak dan Sukabumi.
Di lokasi tersebut, sebanyak 34 unit kendaraan diperiksa dengan hasil 18 unit diizinkan beroperasi, sementara 16 unit mendapat peringatan perbaikan.
Jenis Pelanggaran yang Ditemukan
Aan mengungkapkan sejumlah pelanggaran yang ditemukan di antaranya perangkat BLU-e tidak aktif pada 2 kendaraan, tidak memiliki BLU-e sebanyak 3 kendaraan, KPS tidak aktif pada 3 kendaraan, serta 13 kendaraan tidak memiliki KPS.
Ia pun mengimbau seluruh operator bus untuk memastikan armada yang dioperasikan dalam kondisi laik jalan serta didukung pengemudi yang sehat dan prima.
Baca Juga: Lalin Tol Regional Nusantara Tembus 2,4 Juta Kendaraan hingga H+2 Lebaran 2026
“Kerja sama dari seluruh operator sangat penting untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat pada momen Idulfitri ini,” pungkasnya. (CHI)































