Home Berita Prioritaskan Fasilitas Pendukung, Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi 20 Juli 2026

Prioritaskan Fasilitas Pendukung, Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi 20 Juli 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus dikebut menjelang target operasional pada 20 Juli 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 81 persen dan sebagian besar lokasi ditargetkan sudah dapat berfungsi pada awal Juli.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan penyelesaian fasilitas pendukung, khususnya dapur, agar dapat segera digunakan oleh Kementerian Sosial untuk mendukung operasional sekolah.

“Kita upayakan awal Juli sudah fungsional semua. Hasil diskusi dengan Kementerian Sosial, yang paling penting dapurnya siap terlebih dahulu karena mereka akan memasukkan peralatan dapur. Jadi sekarang yang kita kejar adalah penyelesaian dapur di seluruh lokasi,” ujar Dody dalam acara InfraTalks, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, keberadaan dapur menjadi bagian penting dari konsep Sekolah Rakyat. Berbeda dengan sebelumnya yang mengandalkan jasa katering, sekolah-sekolah tersebut nantinya dapat mengelola penyediaan makanan secara mandiri sehingga biaya operasional lebih efisien.

Dody menegaskan pemerintah tetap menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 20 Juli 2026. Meski demikian, beberapa titik pembangunan masih memerlukan penyelesaian akhir dan pemeriksaan teknis sebelum digunakan sepenuhnya.

“Sekarang progresnya sudah hampir 81 persen. Beberapa lokasi memang belum 100 persen, tetapi yang sudah selesai tinggal pengecekan kecil-kecil saja,” katanya.

Situasi Global

Ia mengakui proses pembangunan menghadapi tantangan akibat situasi global yang memicu kenaikan harga berbagai bahan bangunan dan bahan bakar. Menurutnya, dampak konflik di Timur Tengah turut memengaruhi biaya konstruksi sehingga berpotensi memperlambat pekerjaan.

“Semua bahan naik, BBM juga ikut naik. Itu tentu berpengaruh terhadap pembangunan. Namun itu bukan alasan untuk tidak mencapai target yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, pemerintah tetap optimistis sebagian besar Sekolah Rakyat dapat beroperasi sesuai jadwal. Dari total 93 lokasi yang sedang dibangun, Dody memperkirakan lebih dari 90 persen akan siap digunakan pada Juli mendatang.

“Kami masih berupaya maksimal agar seluruh titik bisa fungsional. Kalau realistis, saya yakin lebih dari 90 persen dari 93 titik akan siap. Harapan kami tentu 100 persen,” katanya.

Salah satu lokasi yang masih menghadapi tantangan adalah Kabupaten Brebes. Menurut Dody, terdapat sejumlah persoalan teknis yang membuat penyelesaian proyek di daerah tersebut membutuhkan perhatian lebih.

Pemerintah berencana memberikan pembaruan perkembangan pembangunan pada awal Juli setelah proses evaluasi lapangan selesai dilakukan.

Tahap Tiga

Selain mengejar penyelesaian tahap saat ini, Kementerian PU juga mulai mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat tahap berikutnya. Proses lelang untuk tahap ketiga telah dimulai dengan target penyelesaian pada Desember 2026.

“Kami sudah mulai lelang Sekolah Rakyat tahap tiga. Targetnya selesai pada Desember sehingga jumlah sekolah yang beroperasi bisa terus bertambah,” ujarnya.

Namun demikian, Dody mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan Sekolah Rakyat bukan hanya pembangunan fisik, melainkan kesiapan lahan. Banyak daerah telah menyediakan lahan seluas 5 hingga 6 hektare, tetapi belum memenuhi kriteria kesiapan yang ditetapkan pemerintah.

“Ada lahan yang surat-suratnya belum lengkap, ada yang tingkat kemiringannya tidak sesuai, dan berbagai kendala lainnya. Karena itu sekarang kami memperketat kriteria kesiapan lahan agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu, berkualitas, dan efisien,” pungkasnya.(CHI)

Oleh:

Share