JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada warga Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa penyediaan layanan air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Dody dikutip Selasa (4/8/2026).
Adapun penyaluran bantuan dilakukan pada Sabtu (1/8/2026) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap air bersih di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.



Siapkan Strategi
Selain memberikan bantuan darurat, Kementerian PU juga terus menjalankan berbagai strategi jangka menengah dan panjang untuk menghadapi ancaman kekeringan, termasuk dampak fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan sumber daya air secara terpadu agar ketersediaan air tetap terjaga bagi kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian.
Menurut Dody, langkah tersebut sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional dengan memastikan pasokan air baku dan air irigasi tetap tersedia.
“Strategi Kementerian PU adalah memastikan ketersediaan air baku dan air irigasi tetap terjaga melalui optimalisasi bendungan, embung, jaringan irigasi, operasi waduk, serta berbagai langkah antisipatif lainnya sehingga kebutuhan air masyarakat dan irigasi tetap terpenuhi meski menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, BWS Maluku Utara bersama mitra kerja mengirimkan bantuan menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter, sehingga total air bersih yang disalurkan mencapai 8.000 liter.
Waktu Tempuh 20 Kilometer
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 150 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa di Desa Dodaga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, mengatakan proses distribusi berjalan lancar. Tim menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam menuju lokasi penyalura.
“Distribusi air bersih dilakukan dengan menempuh jarak sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam menuju lokasi. Seluruh kegiatan berlangsung lancar dan didukung dengan kondisi cuaca yang cerah,” kata Saleh.
Ia menambahkan, BWS Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan titik distribusi prioritas sehingga bantuan dapat dibagikan secara adil dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, pemantauan terhadap kondisi ketersediaan air bersih akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berkepanjangan.
“Kami memperkuat koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut, kami juga akan terus memantau kondisi ketersediaan air bersih serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung,” tutup Saleh. (CHI)
Baca Juga:















