Home Berita Pesan Menhub Dudy ke Pejabat Baru: Jangan Berkompromi dengan Keselamatan Transportasi

Pesan Menhub Dudy ke Pejabat Baru: Jangan Berkompromi dengan Keselamatan Transportasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), Pejabat Administrator (eselon III), hingga Pejabat Pengawas (eselon IV), Rabu (14/10/2026), di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta.

Dalam pelantikan tersebut, Dudy meminta para pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas secara profesional, menjaga integritas, dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi.

Ia menegaskan, mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menyegarkan kinerja, mengembangkan karier, serta menempatkan pegawai sesuai kompetensi dan kebutuhan institusi.

“Mutasi dan rotasi jabatan adalah sesuatu yang biasa dalam organisasi, sebagai bagian dari penyegaran, pengembangan karier, sekaligus upaya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana setiap orang dapat memberikan kontribusi terbaik di tempatnya masing-masing,” kata Dudy.

Menurut dia, pengisian jabatan harus mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan organisasi.

Proses penempatan juga harus berlandaskan pertimbangan profesional, bukan kedekatan pribadi, hubungan pertemanan, ataupun kepentingan tertentu.

Dudy turut mengingatkan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab utama seluruh insan transportasi karena berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi.

Jangan Berkompromi dengan Keselamatan

Ia meminta jajarannya tidak memandang keselamatan sebatas pemenuhan standar teknis, prosedur operasional, atau kewajiban administratif.

Setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas harus berorientasi pada upaya mencegah kecelakaan dan melindungi masyarakat.

“Keselamatan adalah harga diri kita sebagai insan transportasi. Karena itu, jangan pernah berkompromi dengan keselamatan,” ujarnya.

Selain itu, Dudy meminta para pejabat bersikap tegas dan jujur dalam menghadapi persoalan yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun operasional transportasi.

Setiap masalah harus disampaikan secara terbuka agar dapat ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Menurutnya, penerapan standar keselamatan tidak akan berjalan efektif tanpa tanggung jawab, kejujuran, dan keberanian untuk menindak pelanggaran. Karena itu, integritas harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Integritas juga berarti berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah, sekalipun ada tekanan, kepentingan, atau risiko yang harus dihadapi,” ungkap Dudy.

Minta Pejabat Segera Beradaptasi

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Dudy meminta agar segera memahami tugas dan tanggung jawab di unit kerja masing-masing.

Mereka juga diminta mengenali persoalan yang ada dan menyusun langkah perbaikan tanpa menunggu masalah berkembang menjadi lebih besar.

Ia berharap pergantian jabatan dapat diikuti dengan hasil kerja yang terukur dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

“Kepercayaan yang diberikan hari ini harus dibuktikan melalui pekerjaan dan hasil yang nyata,” pesan Dudy. (CHI)

Oleh:

Share