Home Berita Pemulihan Jalan dan Air Bersih Jadi Fokus Kementerian PU Pascabencana di Sumatera

Pemulihan Jalan dan Air Bersih Jadi Fokus Kementerian PU Pascabencana di Sumatera

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pemulihan konektivitas jalan dan jembatan, pemulihan layanan sumber daya air, serta dukungan terhadap kelancaran aktivitas ekonomi warga dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Upaya tersebut terus dilakukan untuk memastikan akses dasar masyarakat kembali berfungsi dan roda perekonomian dapat segera bergerak.

Hingga Kamis, 15 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, atau sekitar 52 hari sejak bencana terjadi, penanganan masih difokuskan pada pemulihan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar menjadi langkah strategis agar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.

“Selain memastikan infrastruktur dasar kembali berfungsi, kami juga berupaya agar kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa segera pulih,” ujar Dody saat Media Briefing Update Penanganan Bencana, di kantor Kementerian PU Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Balai Teksnis Kunci Percepatan Penanganan

Dody menjelaskan, keberadaan balai teknis Kementerian PU yang tersebar di seluruh provinsi menjadi kunci percepatan penanganan bencana di lapangan. Balai-balai tersebut berperan sebagai garda terdepan yang langsung bergerak ke lokasi terdampak sejak awal kejadian.

“Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Begitu terjadi bencana, kami bisa langsung bergerak. Ini tidak hanya berlaku di Sumatera, tetapi di seluruh wilayah Indonesia. Di setiap bencana, kami upayakan hadir secepat mungkin,” jelasnya.

Pada fase 30 hari pertama pascabencana, penanganan dilakukan dalam status tanggap darurat di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada tahap ini, Kementerian PU memprioritaskan pembukaan kembali akses jalan dan jembatan yang terdampak agar arus logistik, termasuk distribusi bahan pangan, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG, dapat kembali berjalan normal.

Penyaluran Alat Berat

Untuk mendukung percepatan penanganan, Kementerian PU mengerahkan sekitar 1.332 personel pada tahap awal, termasuk 402 generasi muda Kementerian PU. Penanganan di lapangan juga diperkuat dengan dukungan TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat setempat, sehingga total personel yang terlibat mencapai sekitar 1.366 orang.

Selain sumber daya manusia, Kementerian PU turut menyalurkan 1.854 unit alat berat serta 467 unit sarana dan prasarana pendukung guna mempercepat proses penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ke depan, Dody menegaskan Kementerian PU akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI/Polri dan masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memastikan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. (CHI)

Baca Juga: Menteri PU: Pemulihan Banjir dan Longsor di Sumatera Butuh Waktu hingga 3 Tahun

Oleh:

Share