Home Berita Menteri PU: Pemulihan Banjir dan Longsor di Sumatera Butuh Waktu hingga 3 Tahun

Menteri PU: Pemulihan Banjir dan Longsor di Sumatera Butuh Waktu hingga 3 Tahun

Share

JAKARTA, LINTAS — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Pemerintah memperkirakan pemulihan infrastruktur di ketiga wilayah tersebut memakan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

Dody menyebut, secara optimistis pemulihan paling cepat dapat dicapai dalam waktu dua tahun. Namun, pemerintah menyiapkan rencana yang lebih realistis dengan target pemulihan hingga tiga tahun ke depan.

“Paling cepat (pulih) dua tahun. Itu paling cepat. Tapi di dalam proposal rencana kita ke Bappenas, kita bikin tiga tahun,” ujar Dody dalam media briefing perkembangan penanganan bencana di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Luasnya Dampak Bencana

Ia menjelaskan, lamanya proses pemulihan dipengaruhi oleh luasnya dampak bencana terhadap berbagai sektor infrastruktur, mulai dari jalan dan jembatan hingga prasarana sumber daya air. Sejumlah pekerjaan fisik berskala besar, kata Dody, memang membutuhkan waktu yang panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat.

Beberapa contoh pekerjaan yang memerlukan proses bertahap antara lain pembangunan sabo dam dan cekdam (check dam), penanganan ruas jalan Tarutung–Sibolga, hingga pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu hingga dua tahun.

“Jadi ada beberapa pekerjaan fisik yang memang tidak bisa cepat (selesai),” ujarnya.

Meski demikian, Dody menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal, terutama dengan membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.

“Pokoknya dia (desa) tidak boleh terisolir. Itu dulu yang saya kejar,” tegasnya. (CHI)

Baca Juga: Menteri PU: Tak Ada Lagi Daerah Terisolasi Pascabencana Sumatera

Oleh:

Share