Home Berita Tol Serang–Panimbang Dikebut, Akses Wisata Banten Makin Dekat

Tol Serang–Panimbang Dikebut, Akses Wisata Banten Makin Dekat

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat penyelesaian Jalan Tol Serang–Panimbang di Banten secara bertahap. Proyek strategis nasional sepanjang 83,67 kilometer ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas dari wilayah utara hingga selatan provinsi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan jalan tol memiliki peran strategis dalam pemerataan pembangunan wilayah.

“Pembangunan jalan tol tidak hanya menghadirkan infrastruktur transportasi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya dikutip Kamis (30/4/2026).

Progres Tiga Seksi Tol

Jalan Tol Serang–Panimbang terbagi menjadi tiga seksi yang melintasi Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

  • Seksi 1 Serang–Rangkasbitung (26,45 km) telah beroperasi sejak 2021 dan menjadi jalur penting mobilitas masyarakat Banten bagian tengah.
  • Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles (24,17 km) kini memasuki tahap akhir dengan progres konstruksi 98,64% dan pembebasan lahan 86,71%. Ruas ini ditargetkan selesai pada kuartal II 2026.
  • Seksi 3 Cileles–Panimbang (33 km) yang menjadi porsi pemerintah juga terus berjalan. Fase 1 mencapai 99,88%, sementara Fase 2 dikejar rampung bertahap hingga akhir 2026.

Tol ini dirancang dengan kecepatan rencana 100 km/jam, empat lajur dua arah, median 3,8 meter, serta dilengkapi simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.

Dorong Pariwisata dan Investasi

Kehadiran tol diyakini mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata, terutama akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon.

Waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung diproyeksikan hanya 2–3 jam, jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya yang mencapai 4–5 jam.

Pemerintah berharap penyelesaian tol ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, membuka peluang investasi baru, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Banten. (CHI)

Baca Juga: KRL Bekasi–Cikarang Kembali Normal, Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi

Oleh:

Share