JAKARTA, LINTAS — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan tidak ada lagi kabupaten maupun kota yang terisolasi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan pembaruan kondisi penanganan bencana pada hari ke-52 sejak kejadian.
“Per hari ini, saya bisa katakan sudah tidak ada lagi kabupaten atau kota yang terisolasi,” ujar Dody dalam Media Briefing Perkembangan Penanganan Bencana di Kantor Kementerian PU, Jumat (16/1/2026).
Dody menjelaskan, seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana kini telah kembali berfungsi. Tercatat sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sebelumnya sempat terputus sudah dapat dilalui kembali, meskipun sebagian masih bersifat sementara dan belum diperbaiki secara permanen.
2.000 Jembatan Masih Terputus
Meski akses nasional telah pulih, pemerintah saat ini memfokuskan penanganan pada infrastruktur di tingkat daerah, khususnya di wilayah kecamatan dan desa. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 2.000 jembatan daerah yang kondisinya terputus akibat bencana.
Penanganan jembatan daerah pun masih menghadapi tantangan besar. Dari total jembatan daerah yang terdampak, baru sekitar 12 persen yang berhasil ditangani. Tingkat kerusakan yang berat, seperti ambles hingga putus total, menyebabkan proses perbaikan jembatan membutuhkan waktu lebih lama.
“Karena kerusakannya cukup berat, terutama pada jembatan, kami terus bekerja secara hand in hand dengan TNI, Polri, dan masyarakat agar penanganan jembatan ini bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Dody.
Dengan perkembangan tersebut, Dody memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan kini sudah dapat dilakukan melalui jalur darat ke seluruh wilayah terdampak.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan dan jembatan yang memerlukan perbaikan lanjutan untuk memastikan akses dan keselamatan masyarakat ke depan. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Targetkan Akses Padang–Bukittinggi Pulih Saat Lebaran 2026

























