Home Berita Tol Bocimi Seksi 3 Capai 81 Persen, Fokus Perkuat Keamanan Lereng

Tol Bocimi Seksi 3 Capai 81 Persen, Fokus Perkuat Keamanan Lereng

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Barat. Hingga pertengahan Juni 2026, progres konstruksi ruas tol tersebut telah mencapai 81,49 persen dan ditargetkan rampung pada kuartal II tahun 2027.

Selain mengejar penyelesaian proyek tepat waktu, pemerintah juga menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan jalan tol tersebut. Hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke proyek Tol Bocimi Seksi 3 yang dilaksanakan pada Jumat (12/6).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi terhadap kejadian longsoran lereng yang terjadi di Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Km 72 akibat hujan deras pada Mei 2026.

Menurut Wilan, pengamanan lereng merupakan aspek yang sangat krusial dalam pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 mengingat kondisi geografis wilayah yang dilalui jalan tol tersebut.

“Pengamanan lereng menjadi aspek yang sangat penting dan krusial dalam pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3. Oleh karena itu, BPJT melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lokasi timbunan dan galian untuk memastikan penerapan kemiringan lereng sesuai standar teknis agar lebih aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat,” ujar Wilan dikutip dari sahabatpu, Rabu (17/6/2026).

Pengamanan

Ia menjelaskan, BPJT akan berkolaborasi dengan PT TransJabar Toll selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam meningkatkan sistem pengamanan lereng di ruas Tol Bocimi Seksi 3. Upaya tersebut membutuhkan tambahan lahan yang cukup luas guna mendukung pekerjaan perkuatan lereng.

“Penetapan lokasi sudah keluar dan saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik, Ridwan Bae, menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih aktif dari pemerintah terhadap pembangunan ruas tol tersebut.

Menurutnya, pengawasan yang ketat diperlukan agar kualitas konstruksi benar-benar terjamin dan dapat menjadi contoh bagi pembangunan jalan tol lainnya di Indonesia.

“Kami meminta pemerintah melakukan pengawasan yang aktif agar dapat menjadi contoh bagi jalan tol lainnya. Pekerjaan harus diyakini betul bahwa sudah kuat sehingga ketika beroperasi dapat memberikan pelayanan yang baik dan aman bagi masyarakat,” kata Ridwan.

Jalan Tol Ciawi-Sukabumi memiliki total panjang 53,15 kilometer yang terbagi dalam empat seksi. Saat ini, sepanjang 26,40 kilometer telah beroperasi, yakni Seksi 1 Ciawi-Cigombong dan Seksi 2 Cigombong-Cibadak. (CHI)

.

Oleh:

Share