Home Berita Jalan Nasional Pascabencana di Sumatera Masuk Tahap Rekonstruksi Permanen

Jalan Nasional Pascabencana di Sumatera Masuk Tahap Rekonstruksi Permanen

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh ruas jalan nasional yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah, termasuk Aceh dan Sumatera, kini telah kembali fungsional.

Pemerintah pun tengah mempercepat penanganan permanen dengan prinsip membangun infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan tangguh terhadap bencana.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah memastikan konektivitas antardaerah tidak terputus, khususnya pada jalur-jalur nasional yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Prinsip utama kami adalah darurat fungsional terlebih dahulu. Yang penting tidak ada daerah yang terisolasi. Alhamdulillah, seluruh jalan nasional sudah bisa dilalui dan berfungsi,” ujar Dody saat Media Briefing Update Penanganan Bencana, di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Tahap Rekonstruksi Permanen

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar menambahkan, pada tahap rekonstruksi permanen, pemerintah membuka berbagai opsi penanganan, mulai dari pengembalian trase ke kondisi semula, pemindahan jalur, hingga pembangunan jembatan atau flyover, tergantung hasil kajian teknis.

“Tergantung hasil penyelidikan teknis, mana yang paling efektif dan efisien. Kalau memang harus memindahkan jalur, termasuk melibatkan masyarakat, itu akan dilakukan. Yang penting fungsinya tetap sama,” kata Roy.

Ia mencontohkan, di beberapa lokasi terdapat longsoran dengan panjang mencapai ratusan meter. Untuk kondisi seperti ini, pemerintah mempertimbangkan pembangunan jembatan atau perubahan trase karena dinilai lebih efisien dibanding mengembalikan kondisi awal yang membutuhkan biaya sangat besar.

“Bisa jadi biaya memindahkan trase lebih murah, atau membangun jembatan dengan konstruksi tertentu. Intinya, pembangunannya harus lebih baik dari sebelumnya dan jauh lebih resilien terhadap bencana, sesuai arahan Presiden,” tegasnya.

Prioritas Utama

Menurut Roy, penanganan jalan nasional menjadi prioritas utama sebelum beralih ke jalan daerah dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Skala prioritas kami jelas, pertama jalan nasional. Lalu lintas utama harus pulih. Setelah itu baru bergeser ke jalan daerah yang memang membutuhkan penanganan lanjutan,” ujar dia.

Menurut Roy, meski seluruh jalan nasional sudah berfungsi, sejumlah titik yang masih rawan bencana terus dikaji untuk penanganan permanen, apakah melalui pembangunan jembatan, flyover, atau perubahan jalur.

“Kami sedang memikirkan solusi terbaik di titik-titik rawan tersebut. Apakah dibangun jembatan, flyover, atau dialihkan jalurnya. Semua kami kaji agar ke depan lebih aman,” jelas Roy. (CHI)

Baca Juga: Kementerian PU Ajukan Tambahan Anggaran Rp 74 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Sumatera

Oleh:

Share