Home Berita Pemerintah Akan Bangun Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Pemerintah Akan Bangun Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Share

Teknologi Rumah

Dalam rencana pembangunan hunian tetap, pemerintah akan mengutamakan penggunaan teknologi rumah yang efisien dan cepat dalam proses pembangunan. Salah satunya adalah penggunaan rumah pracetak yang dapat dibangun dengan panel RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) atau RUSPIN (Rumah Sederhana Permanen Indonesia).

Teknologi ini memungkinkan pembangunan rumah yang cepat dan biaya yang terjangkau, sehingga dapat segera dihuni oleh warga yang telah lama tinggal di pengungsian.

Selain pembangunan rumah, bantuan juga akan mencakup pembangunan prasarana dan sarana utilitas (PSU), seperti jalan lingkungan, drainase, fasilitas air limbah, fasilitas umum, serta distribusi air bersih. Semua fasilitas ini akan dibangun untuk mendukung kehidupan yang layak dan sehat bagi warga yang terdampak bencana.

Pemerintah juga memastikan bahwa anggaran untuk pembangunan hunian tetap ini sudah disiapkan dan siap digunakan. “Anggarannya sudah tersedia sesuai dengan pola yang baku, dan kami juga mengajak pihak swasta untuk bergotong royong membantu warga yang terdampak melalui program perumahan,” jelas Maruarar.

Pada kesempatan yang sama, Maruarar mengungkapkan bahwa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang turut hadir dalam rapat koordinasi, telah menyatakan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan.

Dalam beberapa hari ke depan, Wapres Gibran rencananya akan mengunjungi lokasi terdampak untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar dan memberikan dukungan langsung kepada warga yang terdampak.

Wapres Gibran juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan titik-titik relokasi yang aman bagi warga. “Kita akan memastikan bahwa lokasi relokasi sudah dipastikan aman dan bersih dari potensi bahaya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Menteri ATR/BPN untuk memastikan status lahan yang akan digunakan untuk pembangunan huntap,” ujar Maruarar menambahkan.

Kondisi Pengungsian

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa hingga saat ini, tercatat lebih dari 11.500 orang yang mengungsi di delapan titik pengungsian, dengan enam titik berada di Kabupaten Flores Timur dan dua titik di Kabupaten Sikka.

Suharyanto juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memperbaiki kondisi pengungsi, termasuk dengan memisahkan tenda pengungsian berdasarkan kebutuhan khusus, seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak, guna memberikan pelayanan yang lebih optimal.

Dengan segala persiapan dan koordinasi yang matang, pemerintah berharap proses relokasi dan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dapat berjalan cepat dan lancar.

Upaya ini diharapkan tidak hanya memberi tempat tinggal yang aman bagi korban bencana, tetapi juga dapat memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat yang sempat terganggu oleh bencana alam tersebut. (GIT)

Baca Juga: Rail Clinic, Bantu Masyarakat Terpencil dengan Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Share