Home Berita KUR Perumahan Dongkrak Aktivitas UMKM, Menteri PKP: Dampaknya Sudah Terasa di Lapangan

KUR Perumahan Dongkrak Aktivitas UMKM, Menteri PKP: Dampaknya Sudah Terasa di Lapangan

Share

JAKARTA, LINTAS – Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mulai menunjukkan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melihat perkembangan ini sebagai sinyal positif sekaligus bukti bahwa kebijakan pembiayaan tersebut mampu memperkuat ekosistem usaha di sektor perumahan.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Ara — sapaan akrab Maruarar — menegaskan bahwa manfaat KUR Perumahan kini jauh lebih terasa, terutama oleh usaha kecil yang berada di garis depan pembangunan hunian. KUR Perumahan sudah mulai dirasakan oleh UMKM di seluruh Indonesia, terlebih bagi pengembang, kontraktor, dan toko bangunan. Semoga ini bisa menggerakkan ekonomi Indonesia, ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Akses Pembiayaan yang Lebih Mudah

KUR Perumahan bukan hanya membantu membangun rumah layak, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi di sektor-sektor pendukung. Akses pembiayaan yang lebih mudah mendorong peningkatan aktivitas di toko bahan bangunan, layanan konstruksi, hingga penyerapan tenaga kerja harian.

Sektor ini memang melibatkan rantai pasok yang luas. Mulai dari pemasok semen dan kayu, pengrajin konstruksi, hingga jasa kontraktor rumahan. Ketika pembiayaan mengalir lebih lancar, semua lapisan usaha tersebut ikut bergerak. Ara menekankan bahwa multiplier effect dari program ini besar dan dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi penopang proyek pembangunan perumahan di banyak kawasan.

Ara menjelaskan, dengan roda ekonomi yang berputar lebih cepat, UMKM yang sebelumnya kesulitan mendapatkan modal kini punya peluang untuk memperluas kapasitas produksi. Situasi ini diharapkan dapat menciptakan siklus pertumbuhan yang lebih sehat, baik untuk sektor perumahan maupun ekonomi daerah.

Sejalan dengan Arah Pembangunan Nasional

Menurut Ara, program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Pemerintah ingin memastikan bahwa penyediaan hunian layak tidak hanya menjadi solusi tempat tinggal, tetapi juga menciptakan kesempatan ekonomi baru.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini membantu pemerataan kesejahteraan melalui penyediaan hunian yang terjangkau dan inklusif. Dorongan ini penting karena kebutuhan rumah yang layak semakin meningkat, sementara keterlibatan UMKM dalam sektor konstruksi menjadi faktor kunci keberlanjutan industri.

Ara menyebut bahwa Kementerian PKP akan terus memacu implementasi KUR Perumahan. Pemerintah juga ingin memastikan bahwa pembiayaan ini tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terlibat dalam proyek perumahan. Program ini bukan hanya membangun hunian, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama UMKM yang terlibat langsung dalam proses pembangunan,” tegasnya.

KUR Perumahan Jadi Instrumen Strategis

Kebijakan pembiayaan ini diyakini berpotensi menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem sektor perumahan di masa depan. Pemerintah menilai bahwa dukungan pembiayaan UMKM akan menopang terwujudnya hunian rakyat yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap perumahan layak dan dukungan pembiayaan yang semakin mudah diakses, peluang pertumbuhan industri perumahan diperkirakan semakin besar. Hal ini tentu dapat mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

KUR Perumahan juga berperan sebagai penggerak roda ekonomi mikro di daerah, karena sektor perumahan melibatkan ratusan ribu pekerja informal dan usaha kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas konstruksi. (GIT)

Baca Juga: Dirut BSI Ungkap Alasan Pilih MRT Lebak Bulus untuk “Naming Rights”

Share