JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan realisasi anggaran untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dinilai krusial agar program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah berjalan sejak masa tanggap darurat dapat berlanjut tanpa hambatan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya siap melaksanakan seluruh arahan pemerintah, namun percepatan pekerjaan di lapangan sangat bergantung pada ketersediaan dan pencairan anggaran.
“Percepatan di lapangan sangat bergantung pada ketersediaan dan pencairan anggaran. Kami berharap anggaran dapat segera direalisasikan agar pekerjaan yang sudah berjalan bisa terus dilanjutkan dan diselesaikan,” ujar Dody dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (6/4/2026).


Kebutuhan Rp 73,98 Triliun hingga 2028
Secara keseluruhan, kebutuhan penanganan infrastruktur pascabencana di tiga provinsi tersebut mencapai Rp 73,98 triliun untuk periode 2025–2028. Khusus tahun 2026, kebutuhan anggaran diperkirakan sebesar Rp 25,40 triliun.
Untuk menjaga kesinambungan pekerjaan, pemerintah memerlukan percepatan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 6,35 triliun pada 2026 guna mendukung keberlanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dimulai sejak masa tanggap darurat.
Menurut Dody, Kementerian PU telah menangani sejumlah infrastruktur prioritas, seperti perbaikan jalan, jembatan, hingga rencana pembangunan sabo dam. Namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang perlu segera diatasi.
“Kami berharap percepatan pencairan anggaran dapat memberikan kepastian pembayaran di lapangan sekaligus memastikan pekerjaan terus berjalan,” katanya.
Progres Pemulihan Infrastruktur
Di tengah tantangan pendanaan, progres pemulihan infrastruktur di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan.
Sektor air baku dan air bersih
- Capaian rata-rata: 72%
- 165 dari 176 SPAM kembali fungsional (94%)
- Seluruh embung terdampak telah tertangani
Sektor sumber daya air
- Capaian penanganan pusat: 61%
- Capaian penanganan daerah: 34%
Sektor konektivitas
- 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional: fungsional 100%
- Jalan daerah terdampak: 94% telah fungsional (2.421 ruas)
- Jembatan daerah terdampak: 67% telah kembali berfungsi (1.181 jembatan)
Sektor permukiman dan fasilitas umum
- Pembersihan di 571 lokasi: 92,64%
- Penanganan hunian 1.545 KK: progres 93,22%
- Rumah selesai dibangun: 1.456 unit
Penguatan Mitigasi dan Padat Karya
Sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana, pemerintah menyiapkan pembangunan 108 unit sabo dam. Program Padat Karya Tunai (Cash for Work) juga dilanjutkan, yang pada 2025 telah menyerap 50.360 tenaga kerja dengan nilai Rp 1,11 triliun.
Dody menegaskan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus diperkuat agar seluruh program berjalan selaras dan tepat sasaran.
“Kami memastikan koordinasi terus berjalan agar seluruh program pemulihan dapat berjalan efektif dan memberi kepastian bagi masyarakat,” tegasnya. (CHI)
Baca Juga: Hujan Lebat Bikin Atap Terminal 3 Bandara Soetta Bocor, 12 Penerbangan Dialihkan































