JAKARTA, LINTAS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membuka peluang investasi menarik di Karawaci, Tangerang, Banten. Proyek hunian vertikal senilai lebih dari US$ 78 juta itu ditawarkan langsung kepada investor domestik maupun internasional.
“Ini daerah yang sangat strategis. Dan yang paling penting, tidak ada penghuni di atas lahannya. Banyak lahan negara yang ditempati penduduk, tapi yang ini clean and clear,” tegas Maruarar saat berbicara dalam forum International Conference on Infrastructure (ICI 2025), di Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Lahan yang ditawarkan berasal dari aset sitaan eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yaitu PT Lippo Karawaci. Maruarar menjelaskan bahwa dirinya telah mengusulkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar aset negara yang menganggur dimanfaatkan untuk program penyediaan rumah rakyat.
“Presiden sangat jelas meminta agar aset-aset negara yang idle bisa dimaksimalkan, mulai dari aset BUMN, milik Dirjen Kekayaan Negara, hingga eks BLBI,” jelas Ara.
Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 37.779 meter persegi. Di lokasi tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan 14 tower hunian vertikal dengan total 3.136 unit. Menariknya, proyek ini ditujukan bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.
Investasi Properti Dekat Fasilitas Umum
Lokasi proyek Karawaci terbilang sangat strategis. Berdekatan dengan fasilitas umum seperti kampus, rumah sakit, dan akses ke jalan tol utama. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri yang diyakini mampu menarik minat investor.
Menurut Ara, beberapa investor asing sudah melakukan korespondensi terkait proyek ini. “Mudah-mudahan di sini ada investor yang tertarik. Nanti tim saya siap mendampingi proses selanjutnya,” katanya.
Total nilai investasi proyek ini ditaksir mencapai US$ 78,76 juta atau sekitar Rp 1,28 triliun (kurs Rp 16.300 per dolar AS). Pemerintah menargetkan skema pembiayaan proyek ini dapat didorong melalui kerja sama pemerintah-swasta atau skema investasi murni.
Baca Juga: Dari MRT hingga Energi Bersih, Ini Tawaran Proyek Strategis RI di ICI 2025
Penawaran proyek Karawaci merupakan bagian dari program ambisius pemerintah untuk membangun 3 juta rumah selama periode pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Ara menilai, pemanfaatan lahan negara yang menganggur adalah solusi cepat dan efisien.
“Tidak ada visi yang terwujud tanpa lahan dan pembiayaan yang konkret,” ujarnya.
Dalam konteks ini, keberadaan lahan bersih dan siap bangun menjadi aset berharga. Pemerintah mendorong sinergi antara sektor publik dan swasta dalam memenuhi kebutuhan perumahan nasional, khususnya di kawasan perkotaan yang padat. (GIT)































