JAKARTA, LINTAS – PT Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional (JMT) melakukan pekerjaan preservasi rutin di Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur anak sekolah.
Pekerjaan berupa rekonstruksi perkerasan jalan dan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) tersebut berlangsung mulai Minggu, 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB hingga Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna memastikan kondisi jalan tol tetap prima saat menghadapi lonjakan lalu lintas menuju berbagai destinasi wisata, khususnya kawasan Bandung dan sekitarnya.
Sebagai koridor strategis yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata di Jawa Barat, Tol Cipularang dan Padaleunyi menjadi jalur utama pergerakan masyarakat maupun distribusi logistik nasional. Oleh karena itu, Jasa Marga terus melakukan pemeliharaan berkala agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan.
Pekerjaan preservasi dilaksanakan oleh Representative Office (RO) 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM). Selama pekerjaan berlangsung, Jasa Marga telah menyiagakan petugas pengatur lalu lintas, memasang rambu-rambu pengamanan, serta menyiapkan berbagai perlengkapan keselamatan di area kerja.
Sejumlah Titik Perbaikan di Tol Cipularang
Pada Ruas Tol Cipularang, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilakukan di sejumlah titik baik arah Bandung maupun Jakarta.
Untuk arah Bandung, pekerjaan dilaksanakan di:
- Bahu luar KM 70+927 hingga KM 71+009.
- Lajur 1 KM 76+089 hingga KM 76+159.
- Lajur 2 KM 79+898 hingga KM 79+923.
Sementara untuk arah Jakarta, rekonstruksi dilakukan di:
- Bahu luar KM 117+077 hingga KM 117+053.
- Lajur 1 KM 104+315 hingga KM 104+310.
- Lajur 1 KM 104+300 hingga KM 104+280.
- Lajur 1 KM 88+318 hingga KM 88+303.
- Lajur 1 KM 88+268 hingga KM 88+198.
- Lajur 1 KM 88+178 hingga KM 88+163.
Selain itu, pekerjaan SFO di Ruas Tol Cipularang arah Jakarta dilakukan pada:
- Bahu luar akses Sadang Exit.
- Lajur 1 akses Sadang Exit sebelum lampu merah.
Perbaikan Juga Dilakukan di Tol Padaleunyi
Sementara itu, di Ruas Tol Padaleunyi, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilakukan di sejumlah akses penting menuju dan keluar Kota Bandung.
Untuk arah Cileunyi, pekerjaan berlangsung di:
- Lajur 2 akses masuk Buah Batu.
- Lajur 1 Off Ramp Padalarang pada dua titik.
- Lajur 1 akses masuk Pasteur.
- Lajur 1 On Ramp Kopo.
Sedangkan arah Padalarang meliputi:
- Lajur 1 Off Ramp Pasteur pada dua titik.
- Lajur 2 Off Ramp Pasir Koja pada dua titik.
- Lajur 1 Off Ramp Kopo pada tiga titik.
- Lajur 1 Off Ramp Padalarang.
- Lajur 1 Off Ramp Toha.
Adapun pekerjaan SFO di Ruas Tol Padaleunyi dilakukan pada:
- Lajur 1 KM 140+371 hingga KM 140+464 arah Cileunyi.
- Lajur 3 KM 147+508 hingga KM 147+282 arah Padalarang.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan Libur Sekolah
Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional, Agus Susilo, mengatakan pekerjaan preservasi tersebut diprioritaskan menjelang musim libur sekolah karena diperkirakan terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan, terutama kendaraan pribadi yang menuju kawasan wisata Bandung.
“Menjelang masa libur anak sekolah, kami memproyeksikan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, terutama kendaraan keluarga yang menuju ke arah destinasi wisata di Bandung dan sekitarnya. Oleh karena itu, preservasi ini intensif kami lakukan agar kondisi perkerasan jalan tol tetap prima untuk menjamin perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Agus Susilo.
Menurutnya, seluruh pekerjaan dirancang dengan mempertimbangkan kelancaran lalu lintas. Meski terdapat penutupan sementara pada lajur yang menjadi objek pekerjaan, pengguna jalan tetap dapat melintas melalui lajur lainnya yang beroperasi normal.
Agus juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan teknologi informasi guna menghindari kepadatan.
“Kami juga sangat menyarankan pengguna jalan untuk secara aktif memantau kondisi lalu lintas terkini dan merencanakan rute perjalanan melalui aplikasi Travoy,” katanya.
Jasa Marga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pekerjaan preservasi tersebut. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu yang terpasang di sekitar lokasi pekerjaan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

























