Purworejo, Lintas – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan kontraktor dan konsultan pengawas pada proyek Bendungan Bener untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan yang baik dan rapi mulai dari desain hingga pelaksanaan. Hal itu disampaikan Basuki, Jumat (2/6/2023), saat mengunjungi proyek tersebut.
“Perhatikan aspek kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Tolong dievaluasi desain engineering dan arsitekturnya sehingga tidak ada desain yang berlebihan (overdesign). Pekerjaannya yang rapi, sisa material ditata baik,” kata Basuki.
Seperti halnya yang terus disampaikan Basuki bahwa kualitas baik setiap pekerjaan proyek di Kementerian PUPR adalah hal utama dan itu berada di tangan kontraktor sebagai penyedia jasa dan konsultan pengawas. Karena itu, Basuki selalu memastikan kualitas dengan melakukan kunjungan langsung ke lapangan.
Baca Juga: Turba, Efek Jokowi, dan Standar Tinggi Pak Basuki
Saat kunjungan tersebut, turut mendampingi Basuki, Plt Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko. Kemudian Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja. Hadir juga Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Adenan Rasyid dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Dwi Purwantoro.
Target Selesai
Menurut Jarot Widyoko, Bendungan Bener yang mulai dibangun sejak Oktober 2018 tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024.
“Bendungan Bener ini merupakan bendungan multifungsi yang memiliki banyak manfaat. Pertama, manfaat mengairi lahan irigasi seluas 15.519 hektar karena memiliki daya tampung sekitar 92 juta meter kubik. Kemudian, kedua, bendungan ini juga dapat menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota, dan industri di 3 kabupaten sebesar 1.500 liter per detik. Tiga kabupaten itu, yakni Kabupaten Purworejo, Kebumen, dan Kulon Progo, termasuk Bandara YIA,” kata Jarot.

Selain itu, ketiga, Bendungan Bener juga mempunyai potensi menyuplai energi listrik sebesar 10 MW. Keempat, mereduksi debit banjir dari 584 m3/detik menjadi 178 m3/detik (70 persen) pada debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25). Selain itu, kelima, manfaat untuk perikanan, pariwisata, dan konservasi DAS Bogowonto di bagian hulu.
Hingga Jumat (2/6/2023) dilaporkan Jarot, pembangunan konstruksi Bendungan Bener progres sudah mencapai 26 persen. Saat ini tengah dilakukan upaya percepatan teknis konstruksi.
“Sudah tidak ada kendala berarti dari segi teknis dan lahan. Untuk pengadaan lahan sudah 95 persen dan terus proses penyelesaian,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bendungan Bener merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. PT Brantas Abipraya bertindak membangun bendungan utama (main dam) serta pembuatan akses jalan dan terowongan.
Menurut Direktur Operasi I Brantas Abipraya Muhammad Toha Fauzi, Rabu (10/5/2023), “Nantinya, Bendungan Bener akan menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 156 meter, panjang timbunan 534 meter, dan lebar puncak bendungan 12 meter.”
Pemerintah melalui Kementerian PUPR selama periode 2015-2025 membangun 61 bendungan. Bendungan Bener akan menambah jumlah tampungan air dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Jawa Tengah. (HRZ)




























