JAKARTA, LINTAS — Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal mendorong agar PT MRT Jakarta (Perseroda) membuat dokumentasi komprehensif terkait teknologi tunneling dan stasiun bawah tanah.
Nantinya, dokumentasi atau buku tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan industri perkeretaapian modern bawah tanah di provinsi lain di Indonesia.
“Saya sangat mendorong MRT Jakarta membuat buku tentang pembelajaran membangun terowongan dan stasiun bawah tanah sejak dari fase 1,” ujar Risal saat mengunjungi area pembangunan Stasiun Monas, Rabu (25/10/2023).
“Pengetahuan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan industri perkeretaapian tanah air,” lanjut Risal.
“Ke depannya, kota-kota lain di Indonesia akan membangun sistem perkeretapiaan modern perkotaan seperti yang sudah ada di Jakarta ini, dan MRT Jakarta merupakan salah satu benchmark-nya,” tambah Risal, dikutip dari keterangan tertulis Kemenhub, Kamis (26/10/2023).

Dampak Lingkungan MRT Jakarta
“Perlu dilakukan pula transfer ilmu terkait penanganan limbah tanah dan konstruksi terowongan underground yang tidak mengganggu dan memberikan dampak kepada lingkungan sekitar, untuk project perkeretaapian ke depannya, seperti LRT Bali dan Urban Transport di IKN,” ungkap Risal.
Di samping itu, Risal menyebut bahwa mitigasi dan tanggap darurat banjir yang dilakukan selama pembangunan MRT Jakarta juga perlu dicontoh oleh pelaksana proyek perkeretaapian lainnya.
Baca juga: Penumpang MRT Jakarta Mencapai 114.000 Lebih di Hari Kerja
Risal mengapresiasi upaya tim MRT Jakarta, beserta para kontraktor untuk mengatasi kondisi geografis, dan menjaga aset-aset bersejarah yang ditemukan di sekitar lokasi proyek.
Bersama dengan perangkat Kementerian Perhubungan lainnya, Risal Wasal mengunjungi visitor center Monas, salah satu pusat informasi publik terkait pembangunan fase 2A MRT Jakarta.

Pembangunan Fase 2A
Hingga 15 Oktober 2023 lalu, perkembangan pembangunan fase 2A secara keseluruhan telah mencapai 27,27 persen.
Konstruksi jalur sepanjang sekitar 5,8 kilometer tersebut terbagi menjadi tiga bagian.
Pertama, CP201 (Thamrin-Monas) dengan progres 63,36 persen. Lalu, CP202 (Harmoni-Mangga Besar) dengan progres 20,72 persen. Ketiga, CP203 (Glodok-Kota) dengan progres 40,09 persen.
“Melihat kondisi progres hari ini, kami sangat optimistis bahwa MRT Jakarta Fase 2A sudah bisa dioperasikan secara bertahap pada 2027 hingga 2029,” harap Risal. (BAS)
Baca Juga: Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Capai 62,8 Persen dan Tahan Gempa























