JAKARTA, LINTAS – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Badan Pusat Statistik (BPS RI) resmi menjalin kerja sama dalam pengembangan, penyediaan, dan pemanfaatan data serta informasi statistik di bidang perkeretaapian umum perkotaan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, dan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di kawasan konstruksi Stasiun Monas, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemanfaatan data untuk mendukung perencanaan transportasi perkotaan yang lebih efektif, sekaligus menghasilkan statistik yang akurat dan relevan bagi kebutuhan pembangunan.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan data kini memiliki peran yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan publik.

“Saat ini data memegang peran penting dan strategis dalam pengambilan kebijakan. Kesepakatan bersama BPS RI hari ini merupakan langkah penting dalam mendukung perencanaan dan analisis mobilitas masyarakat,” ujar Tuhiyat.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai inisiatif konkret, mulai dari studi bersama, integrasi data, pengembangan dashboard informasi, hingga analisis bersama yang mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai pola mobilitas masyarakat perkotaan.
“Kami berharap kemitraan strategis ini akan menghasilkan langkah nyata baik dalam bentuk studi bersama, integrasi data, maupun pengembangan dashboard hingga analisis bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa nota kesepahaman tersebut merupakan bentuk komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat kerja sama di bidang penguatan data dan analisis statistik.
Tata Kelola Data
Ia menjelaskan, tujuan utama dari kolaborasi ini adalah mendukung penyusunan statistik resmi negara (official statistics) yang semakin relevan, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta pemangku kepentingan.
Melalui sinergi antara BPS RI dan MRT Jakarta, data transportasi perkotaan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Tuhiyat menambahkan, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dan tata kelola data yang lebih baik dalam sektor transportasi publik, khususnya perkeretaapian perkotaan di Indonesia. (CHI)
Baca Juga: MRT Jakarta Teken Kontrak Rp 341,5 Miliar, Sistem Tiket Canggih Segera Hadir

























