JAKARTA, LINTAS – Sebanyak 647 jiwa di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mendapat bantuan air bersih saat kekeringan mulai mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyalurkan total 29.000 liter air bersih ke empat desa pada Senin (24/8/2026).
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Menurutnya, dukungan air bersih perlu dilakukan secara cepat dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi di lapangan.
“Dalam kondisi kekeringan, kita harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air, terutama untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Kementerian PU akan terus mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Dody dikutip Rabu (26/8/2026).
Kebutuhan Air Bersih
Penyaluran dilakukan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Boyolali; Desa Mernung dan Desa Ngroto, Kabupaten Blora, Jawa Tengah; serta Desa Banyu Urip, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan. Selain distribusi air bersih, Kementerian PU juga terus mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air untuk menjaga pasokan air, khususnya bagi sektor pertanian.
Di Kabupaten Boyolali, BBWS Bengawan Solo menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada 45 kepala keluarga atau sekitar 115 jiwa di Desa Sidomulyo. Sementara di Kabupaten Blora, bantuan diberikan kepada masyarakat di dua desa. Sebanyak 4.000 liter air disalurkan ke Desa Mernung untuk sekitar 150 jiwa, sedangkan Desa Ngroto menerima 5.000 liter untuk sekitar 202 jiwa.
Adapun di Kabupaten Ngawi, sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan kepada 80 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa di Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip. Air bantuan tersebut dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan dasar sehari-hari di tengah keterbatasan sumber air akibat kekeringan.


Warga Rasakan Langsung Manfaat Bantuan
Bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Salah satunya Gimin, warga Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip, Kabupaten Ngawi. Ia mengatakan pasokan air yang diberikan sangat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Air ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU yang telah membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” kata Gimin.
Kementerian PU Optimalkan Tata Air untuk Pertanian
Penanganan kekeringan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air rumah tangga. BBWS Bengawan Solo juga melakukan sejumlah langkah untuk mempertahankan ketersediaan air bagi sektor pertanian di Kabupaten Lamongan.
Di Desa Pasi, Kecamatan Glagah, BBWS Bengawan Solo membuat bendung sementara di Sungai Blawi/Bengawan Jero. Langkah ini dilakukan untuk menaikkan Tinggi Muka Air (TMA) sekaligus menahan masuknya air asin dari arah hilir.
Dengan meningkatnya muka air, pasokan dapat dimanfaatkan untuk mengairi daerah irigasi di sekitar wilayah tersebut. Penanganan juga dilakukan melalui normalisasi Sungai Deket, Sungai Corong, dan Sungai Malang, serta pengoperasian pompa untuk meningkatkan debit air yang masuk ke sistem Sungai Blawi.
Normalisasi Sungai Deket ditujukan untuk memperlancar aliran air dari Sungai Blawi menuju areal persawahan di Desa Sidomulyo dan Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan.
Rangkaian penanganan tersebut diarahkan untuk mendukung pengairan Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero yang memiliki luas sekitar 3.386 hektare. Hingga saat ini, sekitar 2.930 hektar lahan telah mendapatkan pasokan air, sedangkan sekitar 456 hektar masih dalam proses penanganan.
Untuk memperkuat distribusi air, BBWS Bengawan Solo juga mengoperasikan tiga unit pompa berukuran 6 inci dan tiga unit pompa berukuran 3 inci. Pompa tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Deket menuju saluran sekunder dan petak sawah seluas sekitar 41 hektar.
Pengaturan distribusi air dilakukan melalui sistem jadwal giliran pelayanan. Skema tersebut diterapkan agar pasokan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjangkau lahan pertanian sesuai kebutuhan. (CHI)
Baca Juga: Karhutla Melanda Kalteng dan Halmahera Timur, Kementerian PU Turunkan Pompa dan Tangki Air












