Home Berita Kekeringan Ancam Sawah di Sarolangun Jambi, Kementerian PU Salurkan Air dari Sungai Batang Asai

Kekeringan Ancam Sawah di Sarolangun Jambi, Kementerian PU Salurkan Air dari Sungai Batang Asai

Share

JAKARTA, LINTAS – Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mendorong pemerintah bergerak cepat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi menyalurkan air dari Sungai Batang Asai menggunakan pompa irigasi untuk menjaga pasokan air bagi tanaman padi.

Penanganan dilakukan pada Minggu (23/8/2026) mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Air dari Sungai Batang Asai yang berjarak sekitar 250 meter dari area persawahan dipompa dan dialirkan langsung ke lahan pertanian yang mengalami kekurangan air.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kondisi kekeringan yang melanda kawasan tersebut.

Hasil inspeksi lapangan menunjukkan debit dan ketersediaan air Sungai Batang Asai masih mencukupi untuk dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi melalui sistem pemompaan. Kondisi ini memungkinkan pemerintah melakukan intervensi secara cepat guna mempertahankan produktivitas lahan pertanian masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, khususnya sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.

“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Dody.

Pompa Air Irigasi

Dalam penanganan tersebut, BWS Sumatera VI Jambi mengoperasikan satu unit mesin pompa air irigasi yang dilengkapi satu set selang hisap dan satu set selang buang.

Sistem pemompaan itu melayani sekitar 5,10 hektar lahan persawahan dan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Muara Limun.

Plt. Kepala BWS Sumatera VI Jambi Ferdinanto mengatakan langkah tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi lahan pertanian masyarakat sekaligus menjaga produktivitas petani di tengah kondisi kekeringan.

“Kami mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat. Melalui pemompaan dari Sungai Batang Asai, kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dan risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya.

Selama proses pemompaan dan penyaluran air berlangsung, tidak ditemukan kendala signifikan. Namun, untuk memastikan layanan dapat berlangsung secara berkelanjutan, diperlukan pengaturan jadwal operasional pompa agar pemanfaatan air tetap optimal dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta petani.

Siapkan Sumber Air Alternatif

Selain penanganan darurat, BWS Sumatera VI Jambi juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang untuk memperkuat ketahanan air di kawasan pertanian Desa Muara Limun.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif yang dilengkapi dengan sistem perpompaan. Langkah ini dinilai penting mengingat kawasan persawahan di Desa Muara Limun masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap air hujan.

Rencana pembangunan sumber air alternatif tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun. Koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan penanganan yang lebih berkelanjutan sehingga lahan pertanian masyarakat tetap memiliki pasokan air, terutama ketika memasuki periode kekeringan. (CHI)

Baca Juga: Kekeringan Ancam Sawah di Sungai Penuh Jambi, BWS Sumatera VI Pompa Air ke Lahan Petani

Oleh:

Share