Home Berita Gempa NTT Rusak 481 Sarana Air Bersih di Sikka, PU Gandeng BRIN Cari Teknologi Alternatif

Gempa NTT Rusak 481 Sarana Air Bersih di Sikka, PU Gandeng BRIN Cari Teknologi Alternatif

Share

JAKARTA, LINTAS – Kerusakan parah infrastruktur air bersih akibat gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencari solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya dengan menjajaki pemanfaatan teknologi yang mampu mengubah air laut menjadi air tawar bagi warga Pulau Palue.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengetahui kemungkinan penerapan teknologi tersebut. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Pulau Palue membuat pencarian sumber air bersih menjadi tantangan tersendiri.

Hal tersebut disampaikan Dody dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, serta seluruh balai Kementerian PU di NTT, Sabtu (23/8/2026) malam.

“Saya sudah kontak Kepala BRIN, siapa tahu mereka punya teknologi apa pun untuk mengonversi air laut itu menjadi tawar. Itu menurut saya akan jauh lebih efektif dan efisien,” ujar Dody.

Menurutnya, Pulau Palue memiliki karakter geografis yang relatif kecil dan terdapat gunung berapi yang masih aktif. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan upaya menemukan sumber air bersih alternatif di wilayah tersebut.

Dody memastikan Kementerian PU akan terus mencari berbagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Palue, terutama setelah sejumlah infrastruktur dasar mengalami kerusakan akibat gempa.

“Saya sudah perkirakan, ini kan pulau tidak terlalu besar, kemudian saya juga terinformasi ada gunung berapi yang lumayan masih aktif, jadi saya sudah bayangkan bahwa itu akan susah mencari sumber air bersih. Tapi kita akan terus upayakan,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah akan berupaya maksimal agar masyarakat Palue tetap mendapatkan layanan dasar dan merasakan kehadiran negara dalam proses pemulihan pascabencana.

“Nanti kita yang jungkir balik untuk mencari apa pun supaya teman-teman kita di Palue itu tetap merasa bagian dari NKRI,” ujar Dody.

481 Sarana Air Bersih Rusak Berat

Kerusakan infrastruktur air bersih menjadi salah satu persoalan utama dalam penanganan pascagempa di Kabupaten Sikka. Berdasarkan data Kementerian PU dan Pemerintah Kabupaten Sikka, sebanyak 495 prasarana air bersih terdampak, dengan 481 unit di antaranya mengalami kerusakan berat.

Kerusakan paling signifikan terjadi di Kecamatan Palue, terutama pada Bak Penampung Air Hujan (BPAH) yang menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat.

Sementara itu, sejumlah infrastruktur air bersih milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di wilayah daratan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang telah mulai diperbaiki.

Selain sektor air bersih, gempa juga berdampak besar terhadap infrastruktur sanitasi. Sebanyak 371 prasarana sanitasi dilaporkan terdampak, dengan 302 unit mengalami kerusakan berat.

Fasilitas yang mengalami kerusakan tersebut antara lain sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) milik masyarakat, khususnya di Kecamatan Palue.

Pemulihan Infrastruktur Dasar Dipercepat

Kementerian PU menempatkan pemulihan sarana air bersih dan sanitasi sebagai bagian penting dari penanganan pascabencana. Selain memperbaiki infrastruktur yang masih dapat dipulihkan, pemerintah juga mulai mempertimbangkan teknologi alternatif untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut Dody, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana dapat segera memperoleh kembali layanan dasar dan menjalankan aktivitas secara normal.

“Kami melaksanakan ini karena arahan dan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita hanya membantu mewujudkan apa-apa yang beliau inginkan, sehingga warga yang terdampak bencana itu bisa secepatnya tersenyum,” tuturnya.

Penjajakan teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar bersama BRIN diharapkan dapat menjadi salah satu opsi untuk mengatasi keterbatasan sumber air di Palue. Di saat yang sama, perbaikan sarana air bersih dan sanitasi terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak gempa. (CHI)

Baca Juga: Libur Panjang Maulid Nabi, KAI Daop 1 Jakarta Mencatat Ada Lonjakan Penumpang Kereta

Oleh:

Share