Home Berita Akses Jembatan Wae Dampek Dipulihkan, Kementerian PU Siaga 24 Jam Pascagempa NTT

Akses Jembatan Wae Dampek Dipulihkan, Kementerian PU Siaga 24 Jam Pascagempa NTT

Share

JAKARTA, LINTAS – Akses menuju Jembatan Wae Dampek di ruas jalan Reo–Dampek–Pota, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dipulihkan setelah terdampak gempa. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mempercepat penanganan badan jalan dan oprit jembatan untuk memastikan konektivitas masyarakat serta distribusi logistik tetap berjalan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan jalan dan jembatan menjadi salah satu prioritas dalam penanganan infrastruktur pascabencana. Akses yang tetap terbuka dinilai penting untuk mencegah masyarakat terisolasi sekaligus memperlancar mobilitas warga, distribusi kebutuhan dasar, dan bantuan ke wilayah terdampak.

“Dalam kondisi bencana, yang paling penting adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Jalan dan jembatan harus segera ditangani agar masyarakat tidak terisolasi dan mobilitas bantuan serta kebutuhan dasar dapat terus berjalan,” kata Dody dikutip Senin (24/8/2026).

Penanganan akses menuju Jembatan Wae Dampek dilakukan pada dua titik dengan total panjang 145 meter. Pekerjaan meliputi penanganan jalan menuju jembatan sepanjang 100 meter serta oprit jembatan sepanjang 45 meter.

Pada titik pertama, tim melakukan pembongkaran lapisan aspal yang mengalami kerusakan. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan penimbunan menggunakan material urpil untuk membentuk dan memperkuat kembali badan jalan.

Sementara pada area oprit jembatan sepanjang 45 meter, penanganan dilakukan melalui pekerjaan timbunan urpil serta pemasangan cerucuk sebagai struktur perkuatan. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan stabilitas badan jalan di sekitar oprit sehingga akses menuju jembatan dapat kembali berfungsi dengan lebih baik dan aman.

Hingga Sabtu (22/8/2026), pekerjaan penimbunan pada kedua titik telah rampung. Selanjutnya, pada Minggu (23/8/2026), tim melanjutkan pekerjaan pemasangan cerucuk di area oprit jembatan.

Kementerian PU memastikan pekerjaan di lapangan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi dan keamanan konstruksi. Pemulihan akses tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran konektivitas di sepanjang koridor Reo–Dampek, terutama bagi mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan maupun bantuan bagi warga terdampak gempa.

Kementerian PU Siaga 24 Jam

Selain menangani akses Jembatan Wae Dampek, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga juga terus menyiagakan tim selama 24 jam untuk memantau kondisi jalan dan jembatan di wilayah terdampak gempa.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi dan dapat memicu gangguan baru, termasuk longsoran yang berpotensi menghambat lalu lintas dan akses masyarakat.

Pada Sabtu (22/8/2026), sejumlah penanganan juga dilakukan di beberapa titik di NTT. Di antaranya penanganan retakan jalan pada ruas Junction–Wolowaru di KM 51+700 serta ruas Danga–Nila–Marapokot di STA 5+050.

Tim juga melakukan penanganan plat deukeur pada ruas Danga–Nila–Marapokot di STA 7+225 serta membersihkan debris longsoran pada ruas Aegela–Batas Kota Ende di STA 4+L300. (CHI)


Baca Juga: Nusantaranomics 2.0: Dari Kekuatan Ekonomi Lokal Menuju Negara Pembangunan Berdaya Saing Global

Oleh:

Share