JAKARTA, LINTAS – Pengguna Jalan Tol Jakarta–Cikampek perlu mengantisipasi potensi perlambatan perjalanan seiring pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di sejumlah titik. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan pemeliharaan rutin mulai Sabtu (22/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026) untuk menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan tol.
Pemeliharaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya JTT memastikan kondisi jalan tetap optimal sekaligus mendukung keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas pengguna jalan.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol, Jauzy Anbiya, mengatakan pemeliharaan rutin menjadi hal penting mengingat Jalan Tol Jakarta–Cikampek merupakan salah satu koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
“Sebagai salah satu koridor utama mobilitas dan logistik nasional, Jalan Tol Jakarta–Cikampek memerlukan pemeliharaan rutin untuk menjaga standar pelayanan dan keselamatan pengguna jalan. JTT terus berupaya melaksanakan pekerjaan secara efektif dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan,” ujar Jauzy dikutip Sabtu (22/8/2026).
Tiga Titik Jalan Tol Jakarta–Cikampek Direkonstruksi
JTT menjadwalkan pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di tiga titik pada Ruas Tol Jakarta–Cikampek. Berikut lokasi dan waktu pelaksanaannya:
- KM 33+300 hingga KM 34+550 arah Cikampek, Lajur 2, mulai Sabtu (22/8) pukul 00.00 WIB hingga Kamis (27/8) pukul 18.00 WIB.
- KM 35+700 hingga KM 35+500 arah Jakarta, Lajur 1, mulai Minggu (23/8) pukul 21.00 WIB hingga Jumat (28/8) pukul 09.00 WIB.
- KM 23+380 hingga KM 23+150 arah Jakarta, Lajur 1, mulai Minggu (23/8) pukul 21.00 WIB hingga Jumat (28/8) pukul 08.00 WIB.
Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengikuti rambu-rambu lalu lintas, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pgs. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Dary Achmad Budi, menambahkan bahwa perusahaan akan mengupayakan agar pekerjaan pemeliharaan tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas secara signifikan.
“Selama pekerjaan berlangsung JTT tetap mengutamakan kelancaran lalu lintas dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional serta memastikan area pekerjaan dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar operasional,” kata Dary.
Menurut dia, informasi mengenai pekerjaan juga akan disampaikan kepada pengguna jalan melalui berbagai kanal, termasuk Dynamic Message Sign (DMS), media sosial resmi Jasa Marga Group, serta spanduk imbauan yang dipasang di sekitar lokasi pekerjaan.

Pengguna Jalan Diminta Rencanakan Perjalanan
Dary menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin muncul selama proses pemeliharaan berlangsung. Ia juga mengapresiasi kesabaran dan kerja sama pengguna jalan selama pekerjaan dilakukan.
“Kami memohon maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pekerjaan berlangsung. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengguna jalan atas kesabaran serta kerja samanya selama proses pemeliharaan ini dilaksanakan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap waktu tempuh, pengguna jalan diminta merencanakan perjalanan dengan baik dan memperhitungkan kemungkinan perlambatan di sekitar lokasi pekerjaan.
JTT juga mengingatkan pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, menjaga jarak aman, serta selalu mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas.
Informasi lalu lintas terkini di ruas tol yang dikelola Jasa Marga dapat diperoleh melalui One Call Center Jasa Marga 24 jam di 133 dan aplikasi Travoy. (CHI)
Baca Juga: Pascagempa NTT, 13 Titik Longsor Ditangani, Jalan Utama Pulau Palue Sikka Kembali Terbuka












