JAKARTA, LINTAS – Sejumlah ruas jalan tol Jasa Marga Group kembali menjalani pekerjaan preservasi untuk menjaga kualitas perkerasan sekaligus memastikan standar pelayanan minimal (SPM) tetap terpenuhi. Pekerjaan yang dilakukan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) tersebut mencakup sejumlah titik di ruas tol dengan tingkat lalu lintas tinggi.
Preservasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari patching, Scrapping & Filling (SF), hingga rekonstruksi perkerasan, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ruas. Untuk mengurangi dampak terhadap perjalanan pengguna jalan, sebagian besar pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari saat volume kendaraan relatif lebih rendah.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan preservasi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas, keandalan, dan keberlanjutan layanan jalan tol.
“Jasa Marga terus melanjutkan pekerjaan preservasi secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan tol tetap prima. Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat berdampak terhadap perjalanan pengguna jalan, sehingga seluruh pelaksanaannya dilakukan secara terencana dengan memperhatikan berbagai aspek penting agar pekerjaan tetap berjalan namun arus lalu lintas di sekitar tetap terjaga,” kata Rivan, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, jalan tol setiap hari menerima beban lalu lintas yang tinggi. Kondisi tersebut membuat pemeliharaan secara berkala diperlukan untuk mempertahankan umur layanan dan kualitas perkerasan jalan.
Selain volume kendaraan yang tinggi, keberadaan kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Overloading (ODOL) juga dapat mempercepat penurunan kualitas perkerasan dan mengurangi umur layanan jalan.
Utamakan Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas
Dalam pelaksanaan preservasi, Jasa Marga mengacu pada ketentuan PP Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol, khususnya Pasal 88 ayat (3), yang mengatur agar kegiatan preservasi memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Selama pekerjaan berlangsung, lajur yang terdampak akan dibatasi dan dilengkapi rambu peringatan serta perangkat pengamanan. Petugas operasional juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Jasa Marga juga meminta maaf kepada pengguna jalan atas potensi ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung.
“Kami terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik melalui pelayanan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. Dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap layanan, kami berupaya untuk meminimalkan dampak terhadap perjalanan masyarakat melalui pengaturan lalu lintas, pemilihan waktu pekerjaan hingga pengamanan yang memadai di lokasi pekerjaan,” kata Rivan.

Sejumlah Ruas Tol Jadi Lokasi Preservasi
Pekerjaan preservasi saat ini dilakukan di sejumlah ruas Jasa Marga Group dengan jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi perkerasan.
Pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang, pekerjaan meliputi rekonstruksi perkerasan dan patching. Sementara itu, di Jalan Tol Dalam Kota, preservasi dilakukan melalui pekerjaan Scrapping & Filling (SF) dan patching.
Adapun di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pekerjaan mencakup patching, SF, dan rekonstruksi perkerasan pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.
Pekerjaan serupa juga terus dilakukan di sejumlah ruas tol Jasa Marga Group lainnya sebagai bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan tol.
Pengguna Jalan Diminta Cek Informasi Sebelum Berangkat
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi pekerjaan preservasi dengan merencanakan perjalanan sejak awal. Pengguna jalan disarankan mengecek informasi lalu lintas dan lokasi pekerjaan sebelum berangkat sehingga dapat menyesuaikan waktu perjalanan atau memilih rute alternatif.
Saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Informasi terkini mengenai kondisi perjalanan maupun pengaduan dapat disampaikan melalui aplikasi Travoy atau Call Center 133. (CHI)
Baca Juga: Mau Batalkan atau “Reschedule” Tiket Kereta? Simak Ketentuannya












