JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberangkatkan ribuan peserta mudik gratis menggunakan kereta api. Pada Selasa, 17 Maret 2026, KAI memberangkatkan 480 peserta mudik gratis dari Stasiun Pasarsenen menuju Stasiun Semarang Tawang menggunakan KA Tawang Jaya Premium (KA 178B).
Kereta kelas ekonomi tersebut berangkat pukul 06.45 WIB sebagai bagian dari program mudik gratis Angkutan Lebaran 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata KAI dalam menghadirkan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
“Pemberangkatan ini menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap penyelenggaraan program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2026, sekaligus mempertegas peran kereta api sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat,” ujar Anne.


Program Mudik Gratis
Secara keseluruhan, KAI turut mendukung program mudik gratis yang diselenggarakan bersama pemerintah, BUMN, dan berbagai instansi. Berdasarkan data Angkutan Lebaran 2026, terdapat 14 pemesan rombongan yang terdiri dari 3 instansi pemerintah, 10 BUMN, dan 1 perusahaan swasta, dengan total mencapai 39.801 pelanggan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.811 pelanggan menggunakan layanan eksekutif, sementara 36.990 pelanggan memilih kelas ekonomi. Rinciannya meliputi 34.166 pelanggan ekonomi komersial dan 2.824 pelanggan ekonomi PSO. Permintaan tersebut tersebar pada 40 perjalanan kereta api, terdiri dari 7 KA eksekutif, 32 KA ekonomi, dan 1 KA campuran.
Sementara itu, pada periode 13 hingga 16 Maret 2026, sebanyak 15.706 pelanggan telah memanfaatkan layanan mudik gratis menggunakan kereta api. Tingginya angka ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi massal yang menawarkan kapasitas besar, jadwal pasti, serta perjalanan yang lebih tertib dan bebas kemacetan.
Baca Juga: Menhub Dudy: Gilimanuk Mulai Lancar, Antrean Kendaraan Berkurang
Perjanalan Aman dan Bebas Macet
Anne menambahkan, program mudik gratis ini juga menjadi bagian dari upaya KAI mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
“Kereta api menjadi salah satu solusi mobilitas selama masa mudik karena mampu menghadirkan perjalanan yang lebih aman, bebas macet, dan memiliki kepastian waktu tempuh. Melalui program ini, KAI ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang andal,” jelasnya.
Dari sisi kinerja operasional, KAI mencatat tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) yang tinggi sepanjang Februari 2026, yakni 99,84 persen untuk keberangkatan dan 97,61 persen untuk kedatangan.
Moda Transportasi Andalan
Capaian tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, terutama pada masa mudik ketika aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu menjadi prioritas utama.
Dengan kapasitas angkut besar dan layanan yang terus terjaga, KAI optimistis dapat terus menjadi moda transportasi andalan masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026.
“Melalui dukungan ini, KAI ingin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung penyelenggaraan mudik yang tertib, selamat, lancar, dan terkendali,” ujar Anne. (CHI)
Baca Juga: Pemerintah Bantah Penerbangan Internasional Dihentikan, Ini Kondisi Terbaru ke Timur Tengah































