JAKARTA, LINTAS – PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jasa Raharja (Persero) menyiapkan integrasi layanan keselamatan jalan tol berbasis digital melalui Aplikasi Travoy. Pengembangan ini mencakup akses informasi risiko, pelaporan kecelakaan, lokasi rumah sakit terdekat hingga bantuan darurat bagi pengguna jalan tol.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya dan Pengembangan Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
MoU ditandatangani Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. Melalui kesepakatan tersebut, kedua perusahaan akan mengoptimalkan sumber daya, data, informasi, sarana, kanal layanan, serta kapabilitas masing-masing untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol.
Baca Juga: Anggaran Kementerian PU 2027 Naik Jadi Rp 114,59 Triliun, Ini Prioritasnya
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, keselamatan merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan jalan tol. Menurut dia, peningkatan keselamatan tidak hanya bergantung pada keandalan infrastruktur, tetapi juga kemampuan mendeteksi risiko dan memberikan respons cepat ketika terjadi kondisi darurat.
“Bagi kami, keselamatan pengguna menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan di jalan tol. Karena itu, kami terus mendorong penguatan layanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi juga pada bagaimana risiko dapat diantisipasi sejak awal,” ujar Rivan.
Ia mengatakan, kolaborasi dengan Jasa Raharja diharapkan dapat menghubungkan data, teknologi, dan kompetensi kedua perusahaan untuk menghadirkan layanan keselamatan yang lebih cepat dan sesuai kebutuhan pengguna.
Pengembangan Pelayanan
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, kemudahan dan kecepatan akses layanan menjadi salah satu fokus dalam pengembangan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika terjadi kecelakaan.
“Ketika kecelakaan terjadi, korban dan keluarga tidak boleh dibebani dengan kebingungan mencari bantuan atau informasi mengenai layanan yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan akses pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat dalam satu platform yang mudah digunakan,” kata Awaluddin.


Menurut dia, kecepatan penyampaian informasi menjadi faktor penting dalam penanganan korban kecelakaan. Informasi awal yang diterima secara cepat dan akurat dapat membantu koordinasi antara pengelola jalan tol, petugas Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Semakin cepat informasi diterima dan diteruskan kepada pihak yang tepat, semakin besar peluang korban memperoleh penanganan medis secara cepat,” ujarnya.
Siapkan Fitur Rumah Sakit dan Bantuan Darurat
Dalam kerja sama tersebut, sejumlah fitur tengah dikaji untuk diintegrasikan ke dalam Aplikasi Travoy. Di antaranya informasi rumah sakit terdekat berdasarkan posisi pengguna, kanal pelaporan kecelakaan, serta akses bantuan darurat.
Pengembangan layanan juga diarahkan pada aspek pencegahan kecelakaan. Salah satu fitur yang disiapkan adalah informasi mengenai titik rawan kecelakaan berdasarkan data historis dan analisis keselamatan.
Informasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi ketika mendekati ruas jalan tol yang memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi.
Dengan integrasi tersebut, informasi dari lapangan diharapkan dapat tersampaikan kepada pihak yang berkepentingan secara lebih cepat sehingga proses penanganan insiden dapat dilakukan secara lebih efektif.
Teknologi Diimbangi Kesiapan Personel
Selain pengembangan teknologi, kerja sama Jasa Marga dan Jasa Raharja juga mencakup peningkatan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat.
Rangkaian penandatanganan MoU diawali dengan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) dan prinsip dasar pertolongan pertama. Kegiatan tersebut juga disertai pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.
Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kompetensi personel agar mampu memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan layanan keselamatan tidak hanya mengandalkan teknologi dan sistem digital. Kesiapan petugas di lapangan juga menjadi bagian penting dalam memastikan respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Melalui kolaborasi ini, Jasa Marga dan Jasa Raharja menargetkan terbentuknya ekosistem keselamatan jalan tol yang mengintegrasikan informasi, pertolongan, dan perlindungan bagi masyarakat. (CHI)
Baca Juga: Penumpang Stasiun Sudirman Baru Melonjak 281 Persen Usai Integrasi dengan Karet












