JAKARTA, LINTAS – PT Hutama Karya (Persero) telah menuntaskan serangkaian Uji Laik Fungsi (ULF) terhadap salah satu ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), yakni Jalan Tol Indrapura–Kisaran (Inkis) II Seksi Limapuluh–Kisaran dengan panjang 32,15 km.
Evaluasi ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi yang terdiri dari unsur Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kegiatan ini dimulai dengan peninjauan lapangan oleh Sub-Tim 1 dengan memeriksa aspek Keselamatan dan Manajemen Lalu Lintas. Kemudian Sub-Tim 2 dengan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan Sarana Jalan, Jembatan, dan Bangunan Pelengkap; dan Sub-Tim 3 yang melakukan evaluasi dari sisi Operasi dan Administrasi.
Hasil dari pengecekan tersebut dibahas dalam rapat pleno. Lokasi peninjauan berada pada Jalur A dan B STA 124+700 – STA 156+850.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menjelaskan, Jalan Tol Indrapura–Kisaran terdiri dari dua seksi dengan total panjang 47,75 km.
Progres pembangunan fisik Jalan Tol Indrapura–Kisaran Seksi II Limapuluh–Kisaran telah rampung. Maka itu, untuk mendukung percepatan pengoperasiannya, jalan tol ini dilakukan pemeriksaan sebelum dilalui oleh pengguna jalan.
“Tingginya antusiasme masyarakat saat peresmian Jalan Tol Indrapura–Kisaran Seksi I Indrapura–Limapuluh (15,6 km) oleh Presiden Joko Widodo, pada Rabu (7/2/2024) lalu semakin mendukung semangat perusahaan untuk dapat segera mengoperasikan kedua seksi Indrapura–Kisaran. Semoga hasil dari pemeriksaan ini dapat segera kami terima, untuk mendukung penuh mobilitas masyarakat pada bulan Ramadhan mendatang,” ujar Tjahjo.
Ia menambahkan pengecekan fasilitas pendukung meliputi mainroad, simpang susun, intersection jalan tol dengan jalan nasional, gerbang tol, hingga Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP).
Adapun fasilitas struktur yang turut dilakukan pengecekan diantaranya, underpass bridge, overpass, box culvert. Dari segi persiapan operasional, Hutama Karya juga menyediakan mobil ambulan, derek 10 ton, derek towing, rescue, dan kendaraan Patroli untuk memastikan keselamatan pengendara.
Lebih Cepat
Jika tersambung penuh, jalan tol ini akan memangkas setengah waktu tempuh masyarakat utamanya utamanya ketika mudik lebaran mendatang.
Semula dari Medan menuju Kisaran membutuhkan lima jam, dengan panjangnya jaringan tol di Sumatera Utara, waktu tempuh pengendara hanya menjadi 2 jam 30 menit.
Selain memperkuat konektivitas masyarakat, distribusi logistik akan semakin mudah, dan perekonomian semakin menggeliat.
Hingga Februari 2024, progres pembangunan fisik sejumlah ruas konstruksi meliputi Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi I Padang Tidji–Seulimum (25 km) sebesar 79,2 persen.
Jalan Tol Binjai–Langsa Seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 km) sebesar 93,25 persen; Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi III dan IV Tebing Tinggi–Pematang Siantar (58 km) sebesar 86,72 persen.
Kemudian Padang–Pekanbaru Seksi I Padang–Sicincin 37 km 51,93 persen, dan Seksi V Bangkinang–Pangkalan Tahap I (Bangkinang–Koto Kampar) (25 km) sebesar 98,85 persen.
Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi III Bayung Lencir–Tempino (34 km) sebesar 54,48 persen; Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru (31 km) sebesar 6,97 persen. (CHI)
Baca Juga: Tol Indrapura-Lima Puluh Mulai Bertarif, Ini Besarannya































