JAKARTA, LINTAS – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara dipercepat. Sebanyak 44 blok huntara ditargetkan rampung seluruhnya sebelum Lebaran agar warga dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan layak.
“Di Langkahan ada lima blok yang sudah selesai dan dihuni sekitar 60 KK. Di lokasi lain ada sembilan blok lagi. Total yang ditangani di Aceh Utara sebanyak 44 blok dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran sehingga masyarakat bisa segera masuk,” kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau lokasi, Selasa (24/2/2026).
Saat ini, lima blok huntara di Langkahan dengan kapasitas sekitar 60 kepala keluarga (KK) telah selesai dibangun dan mulai dihuni. Selain di Langkahan, pembangunan juga dilakukan di sejumlah titik lain dengan total keseluruhan mencapai 44 blok di wilayah Aceh Utara.
Pembangunan huntara dilakukan di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dengan total luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi khusus untuk lima blok di Langkahan. Pelaksanaannya berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum bersama penyedia jasa konstruksi.




Koordinasi Pusat-Daerah Dipercepat
Percepatan pembangunan huntara ini didukung koordinasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data calon penghuni telah diverifikasi sehingga begitu pembangunan rampung, masyarakat dapat langsung menempati unit yang tersedia.
“Kementerian PU, BNPB, dan pemerintah daerah bergerak cepat. Data calon penghuni sudah lengkap, jadi setelah pembangunan selesai, warga bisa langsung masuk,” katanya.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan masa tinggal warga di lokasi pengungsian dan memberikan kepastian tempat tinggal sementara yang lebih layak.
Sistem Modular, Bangun Cepat dan Nyaman
Dody menjelaskan, secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan. Metode ini memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Setiap unit menggunakan insulated panel dan dilengkapi ventilasi, exhaust fan, serta kipas angin guna menjaga sirkulasi udara tetap baik dan ruangan tidak panas. Untuk satu blok yang menampung 12 KK, waktu pembangunan rata-rata sekitar dua minggu.
Selain unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas tersebut disiapkan agar warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak selama menempati hunian sementara.
Secara umum, progres konstruksi di Langkahan telah tuntas dan saat ini hanya menyisakan penyempurnaan minor di lapangan. (*/CHI)
Baca Juga: Menteri PU Tinjau SPAM Langkahan, Layanan Air Bersih Aceh Utara Ditargetkan Pulih 24 Jam































