JAKARTA, LINTAS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang dalam menghadapi dinamika arus Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berbagai langkah antisipatif disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa, baik pada periode arus berangkat maupun arus balik.
Senior General Manager Regional III ASDP, Capt. Luthfi Adi Subarkah, mengatakan kesiapan operasional tersebut didukung oleh ketersediaan armada dan infrastruktur pelabuhan yang memadai di kedua sisi lintasan.
“Di lintasan Ketapang–Gilimanuk terdapat 55 unit kapal yang siap beroperasi serta 17 unit dermaga yang tersebar di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk. Selain itu, kami juga menyiapkan buffer zone dan sistem delaying untuk mengantisipasi fluktuasi kepadatan kendaraan,” ujar Capt. Luthfi saat mendamping Menteri Perhubungan Dudy Purwagandi, Senin (29/12/2025).

Skenario Pola Operasi
Untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan, ASDP telah menyiapkan skenario pola operasi kapal yang fleksibel melalui koordinasi intensif bersama regulator dan para mitra kerja terkait. Pola operasi tersebut disesuaikan dengan tingkat kepadatan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat.
Pada kondisi puncak, kapasitas angkut akan dioptimalkan dengan pengoperasian hingga 32 kapal secara bersamaan. ASDP juga menyiapkan dukungan dermaga alternatif Bulusan serta menerapkan pola time based berthing (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan meminimalkan waktu tunggu.
Berdasarkan data Posko Nataru 2025, kinerja penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang hingga kini terpantau tetap terkendali. Pada periode H-10 hingga H+2 Natal, realisasi penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat mencapai 83.146 unit kendaraan atau tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah penumpang pada periode tersebut mencapai 283.127 orang.
Pergerakan Penumpang Terkendali
Sementara itu, dari Pelabuhan Ketapang tercatat sebanyak 81.916 unit kendaraan dengan total penumpang mencapai 302.181 orang. Secara kumulatif, pergerakan kendaraan di kedua arah lintasan menembus lebih dari 165 ribu unit, dengan total penumpang sekitar 585 ribu orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Selain kesiapan sarana dan prasarana, ASDP juga memperkuat koordinasi lintas instansi yang tergabung dalam Posko Nataru, mulai dari kepolisian, BPTD, KSOP, hingga pemerintah daerah.
Pemantauan data reservasi tiket melalui aplikasi Ferizy dilakukan secara berkala dan real time untuk memastikan distribusi trafik berjalan seimbang serta mendukung pengambilan keputusan cepat saat terjadi peningkatan kepadatan.
“Fokus utama kami adalah keselamatan dan kelancaran layanan. Dengan dukungan personel operasional, fasilitas pelabuhan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang selama Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan terkendali,” pungkas Capt. Luthfi. (CHI)
Baca Juga: Jelang Puncak Arus Balik Nataru 2025/2026, Menhub Tinjau Kesiapan Gilimanuk–Ketapang





