Home Berita Water Taxi Bali Dikebut, Waktu Tempuh Bandara–Canggu Dipangkas

Water Taxi Bali Dikebut, Waktu Tempuh Bandara–Canggu Dipangkas

Share

JAKARTA, LINTAS – Pemerintah mempercepat rencana pengembangan layanan water taxi di Bali sebagai solusi mobilitas cepat dan terintegrasi bagi wisatawan serta masyarakat. Proyek ini digarap bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut layanan ini sebagai langkah strategis memperkuat integrasi antarmoda di destinasi pariwisata unggulan.

“Pengembangan water taxi merupakan bagian dari komitmen kami mendukung kebijakan pemerintah menghadirkan transportasi yang terintegrasi, efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Heru dikutip Kamis (23/4/2026).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai layanan ini dapat menjadi solusi untuk menekan kepadatan lalu lintas, khususnya di Kabupaten Badung yang menjadi pusat aktivitas pariwisata di Bali. Integrasi jalur darat, laut, dan udara diharapkan meningkatkan efisiensi mobilitas secara signifikan.

Studi Kelayakan

Sebagai bagian dari penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan proyek. Kajian tersebut mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga sosial dan lingkungan, serta menetapkan lintasan Sekeh–Canggu (Berawa) sebagai rute prioritas tahap awal.

Secara operasional, layanan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari bandara menuju Canggu yang saat ini berkisar 1–2 jam melalui jalur darat menjadi maksimal 30 menit. Efisiensi ini dinilai dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus daya saing pariwisata Bali.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan penetapan lintasan dilakukan melalui kajian menyeluruh.

“Pertimbangan mencakup kebutuhan pengguna, kondisi perairan, keselamatan pelayaran, kesiapan infrastruktur, hingga konektivitas kawasan sekitar agar layanan benar-benar aman dan terintegrasi,” tutur Windy.

Saat ini proyek memasuki tahap lanjutan berupa penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan perizinan. Tahapan tersebut ditargetkan rampung pada 2026 sebelum dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan lanjutan.

Menurut Windy, ASDP menyatakan kesiapan mendukung kebijakan pengembangan konektivitas transportasi terintegrasi dengan mengedepankan keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan riil di lapangan.

“Proyek water taxi diharapkan menjadi langkah penting menuju sistem transportasi maritim yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia. (CHI)

Baca Juga: Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp 1,6 Miliar, KAI Daop 1 Jakarta Minta Penumpang Waspada

Oleh:

Share