JAKARTA, LINTAS – Komitmen menjaga kelancaran penyeberangan nasional kembali ditegaskan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui penyesuaian jadwal pengalihan lintasan Bajoe–Kolaka ke Siwa–Kolaka. Rencana yang semula dimulai 10 April 2026 kini dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 1 Juni 2026.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memastikan kesiapan operasional lebih matang sekaligus menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap lancar.
Direktur Utama Heru Widodo menegaskan bahwa penundaan bukanlah kemunduran, melainkan upaya preventif agar proses pengalihan berjalan aman dan minim risiko.
“Penyesuaian jadwal ini kami lakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan kondisi operasional di lapangan. Kami ingin memastikan pengalihan lintasan nantinya tidak mengganggu arus penyeberangan maupun distribusi logistik,” ujar Heru dikutip Senin (13/4/2026).


Lonjakan Kendaraan Jadi Pertimbangan
ASDP menilai tingginya volume kendaraan pasca Lebaran—khususnya angkutan logistik—memerlukan pengelolaan arus yang lebih matang. Tanpa persiapan optimal, kepadatan berpotensi terjadi dan menghambat mobilitas masyarakat.
Data operasional menunjukkan peran vital lintasan penyeberangan ini. Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, Pelabuhan Bajoe melayani sekitar 31 ribu penumpang dan 62 ribu unit kendaraan menuju Kolaka. Angka tersebut menegaskan fungsi strategis jalur ini sebagai urat nadi konektivitas antarwilayah.
Operasional Tetap Normal
General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu memastikan selama masa penyesuaian, layanan Bajoe–Kolaka tetap berjalan normal sehingga kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terpenuhi.
Ia juga mengungkapkan rencana penerapan sistem digitalisasi tiket Ferizy pada lintasan Siwa–Kolaka. Implementasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, serta kemudahan akses bagi pengguna jasa secara lebih tertib dan transparan.
Baca Juga: Pengawasan Truk ODOL Beralih ke Sistem Digital































