JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan kesiapan mendukung pembangunan Flyover Mangli di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Proyek strategis ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 sebagai solusi mengurai kemacetan di Simpang Empat Mangli, titik pertemuan Jalan Brawijaya dan Jalan Hayam Wuruk yang menjadi gerbang utama menuju Kota Jember.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi rencana pembangunan flyover bersama Bupati Jember Muhammad Fawait, Minggu (22/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dody menegaskan proyek akan dilaksanakan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember, terutama dalam hal penyediaan lahan.
“Kita akan kerjakan bersama-sama dengan Pak Bupati. Saya minta lahan yang diperlukan untuk membangun sekitar 1,1 kilometer flyover ini disiapkan,” ujar Dody dikutip Senin (23/2/2026).
Desain Komprehensif, Antisipasi 20 Tahun ke Depan
Menurut Dody, perencanaan flyover tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek. Desain harus disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan lalu lintas hingga 20 tahun mendatang.
“Kalau hanya dua jalur, lima tahun bisa penuh lagi. Kemacetan di flyover jauh lebih berbahaya dibandingkan di jalan biasa. Karena itu, kita harus hitung matang agar aman dan fungsional dalam jangka panjang,” tegasnya.


Simpang Mangli dinilai sebagai titik strategis yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi jalur penting menuju pengembangan wilayah dan rencana industrialisasi yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Jember.
Pembangunan flyover diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar arus kendaraan yang selama ini kerap tersendat di jam-jam sibuk.
Tahapan Perencanaan Dimulai Tahun Ini
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU akan memulai tahapan pemetaan lokasi serta penyusunan Detailed Engineering Design (DED). Estimasi kebutuhan anggaran masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan hasil DED serta kesiapan lahan.
“Mudah-mudahan 2026 sudah bisa mulai pekerjaan,” kata Dody.
Proses konstruksi diproyeksikan berlangsung sekitar tiga tahun, bergantung pada hasil perencanaan teknis dan kelengkapan administrasi lahan.
Pemkab Jember Optimistis Dongkrak Ekonomi
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah. Ia menilai kehadiran Menteri PU menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan di Jember.
“Pemerintah Kabupaten Jember optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (CHI)
Baca Juga: Bus Transjakarta Tabrakan di Jalan Layang Koridor 13 Cipulir, Penumpang Luka Ringan Dirawat































