BANDAR LAMPUNG, LINTAS — Faishol Djausal, kontraktor yang berkiprah sejak 1980 hingga sekarang di Lampung, menyampaikan terima kasih kepada para senior, kolega, dan seluruh keluarga besar Bina Marga Lampung.
Menurut dia, lingkungan kerja Bina Marga telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang disiplin, lurus, dan tahan uji. Hal itu ia sampaikan dalam Reuni Akbar Keluarga Besar Bina Marga Lampung Tempo Doeloe, Sabtu (15/11/2025). Acara tersebut diadakan di rumah Faishol, di Bandar Lampung.
Faishol telah 45 tahun mengabdi di Bina Marga. Ia menilai masa panjang itu sebagai pengalaman berharga. “Kalau tidak ada didikan dari Bina Marga, saya tidak akan eksis sampai sekarang,” ujarnya.

Tidak Ada A Plus
Faishol memulai karier pada 1980 di Kotabumi. Setelah itu, ia bergabung di Bina Marga Provinsi di bawah bimbingan Wito (almarhum). “Saya diajarkan bekerja dengan benar. Kalau dua tambah dua, empat. Kalau A, tetap A. Tidak ada A plus,” katanya.
Banyak tugasnya berkaitan dengan kondisi darurat. Ia mengingat Jalur Barat pada 1989 yang masih berupa setapak serta putusnya ruas Pematang Panggang. Ketika jalan terputus dan muncul di teks berjalan (running text) di layar televisi, telepon dari pusat langsung masuk. “Kami harus cepat bergerak,” ujarnya.
Faishol juga mengenang sejumlah kejadian penting, seperti penanganan gempa Liwa dan berbagai penugasan darurat lain. Semua pengalaman itu, katanya, membentuk karakter kerjanya.
“Manfaatnya terasa belakangan. Kalau bekerja ikhlas dan benar, buahnya akan datang.”
Pengalaman itu pula yang, menurut dia, memudahkan ia menjalankan tugas politik pada 2023. Ia dipercaya menjadi ketua tim pemenangan Presiden Prabowo. “Saya tidak sulit memperkenalkan diri ke pelosok Lampung. Hampir di semua daerah itu saya pernah bekerja. Orang sudah mengenal saya,” katanya.

Ia juga tidak memungkiri bahwa pengalamannya dalam politik dan organisasi telah mendatangkan berbagai kesuksesan. Putra sulungnya, Rahmat Mirzani Djausal, adalah buah dari kerja kerasnya. Rahmat menjadi Gubernur Lampung periode 2025-2030 lewat Partai Gerindra.
Faishol berharap, reuni keluarga besar Bina Marga tidak berhenti pada satu pertemuan. Ia mengajak para peserta terus menjaga silaturahmi dan membagikan pengalaman kepada generasi muda. “Banyak pengetahuan lapangan yang tidak ada di buku. Itu harus diwariskan,” katanya.
Ayah empat anak itu menutup sambutan dengan pesan agar peserta reuni akbar untuk terus berkarya. “Selama kita masih sehat, jangan merasa tua. Apa yang kita punya, manfaatkanlah untuk orang lain,” ujarnya. (HRZ/PAH)
Baca Juga: Gubernur Rahmat: Tantangan Provinsi Lampung adalah Persoalan Infrastruktur

























