Home Berita Cegah Banjir, Menteri PU Minta Sungai dan Muara Tanjungpinang Ditata

Cegah Banjir, Menteri PU Minta Sungai dan Muara Tanjungpinang Ditata

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendorong penanganan pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan pada infrastruktur Waduk Srikaton, tetapi juga memperhatikan kondisi aliran sungai hingga ke bagian hilir dan muara.

“Area sempadan sungai di bagian hilir tidak dibangun bangunan liar dan melakukan pengecekan terhadap saluran dari area hilir sampai dengan area muara untuk memastikan terdapat sedimen yang parah ataupun bottleneck yang menyebabkan banjir,” kata Dody saat meninjau Infrastruktur Waduk Srikaton di Kota Tanjungpinang, Minggu (30/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dody didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian PU Wilayah Kepulauan Riau.

Dody meminta kondisi sungai dari kawasan hilir hingga muara diperiksa secara menyeluruh. Pemeriksaan diperlukan untuk mengidentifikasi sedimentasi maupun penyempitan aliran yang berpotensi menjadi titik penghambat aliran air saat hujan deras.

Menurutnya, penanganan banjir harus melihat seluruh sistem aliran air, mulai dari daerah tangkapan, sungai, hingga muara. Keberadaan bangunan liar di sempadan sungai juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat mengganggu fungsi ruang sungai dan aliran air.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kepri Dikebut, Tiga Lokasi Ditargetkan Rampung Juni 2027

Kapasitas Waduk Srikaton

Waduk Srikaton menjadi salah satu infrastruktur yang berperan dalam pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang. Waduk tersebut memiliki luas lahan 2,93 hektare dengan kapasitas tampungan mencapai 80.588 meter kubik.

Saat hujan lebat, Waduk Srikaton dapat menampung volume air atau debit banjir puncak yang masuk ke kolam hingga 51.588 meter kubik.

Keberadaan waduk tersebut tercatat mampu mereduksi banjir sebesar 1,79 persen dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS).

Meski demikian, Dody menilai kapasitas infrastruktur pengendali banjir perlu didukung dengan kondisi jaringan sungai yang baik. Karena itu, pemeriksaan terhadap saluran di bagian hilir dan muara menjadi bagian penting dalam penanganan banjir di Tanjungpinang.

Sungai Terusan Akan Direvitalisasi

Selain meninjau Waduk Srikaton, Dody juga melihat kondisi Sungai Terusan. Sungai tersebut merupakan jaringan kanal lama yang memiliki nilai historis sebagai bagian dari peninggalan masa Kerajaan Melayu.

Dody mengarahkan agar Sungai Terusan dapat direvitalisasi dan kembali dioptimalkan. Selain menjaga fungsi kanal, penataan tersebut diharapkan dapat membuka potensi pemanfaatan bagi masyarakat, termasuk para nelayan.

Kondisi Sungai Terusan saat ini mengalami penyempitan, antara lain akibat pertumbuhan tanaman bakau. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dikaji dalam menentukan langkah revitalisasi.

Untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh, Dody menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan.

Pemantauan dari udara tersebut akan digunakan untuk memetakan kondisi aktual sungai, termasuk bagian-bagian yang mengalami penyempitan atau perubahan kondisi aliran. Hasil pemantauan selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan penanganan yang sesuai.

“Saya telah menginstruksikan BWS Sumatera IV Batam untuk melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan, sehingga kondisi lapangan dapat terlihat secara menyeluruh dan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” tutur Dody. (CHI)

Baca Juga: Kementerian PU Perkuat Pasokan Air untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Jambi

Oleh:

Share