Home Berita Bendungan Karangnongko Dikebut, Suplai Air dan Irigasi Ditingkatkan

Bendungan Karangnongko Dikebut, Suplai Air dan Irigasi Ditingkatkan

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan Bendungan Karangnongko yang berada di perbatasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan Blora, Jawa Tengah. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2026.

Bendungan ini akan menopang ketahanan air, mendukung swasembada pangan, dan menyediakan air baku bagi empat kabupaten. Kapasitas tampungnya mencapai 59,1 juta meter kubik dengan luas genangan 1.026,55 hektar.

Menteri PU Dody Hanggodo, lewat keterangan tertulis, menegaskan, pengelolaan air harus menjamin pasokan sepanjang tahun, khususnya untuk irigasi. Oleh sebab itu, pembangunan bendungan disertai percepatan jaringan irigasi teknis.

“Ini penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan jumlah masa panen,” ujar Dody.

Pembangunan Bendungan Karangnongko dimulai 2023 dengan dua paket pekerjaan senilai Rp1,26 triliun. Pekerjaan dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Bendungan ini akan mengairi 63.774 hektar sawah, khususnya melalui Daerah Irigasi (DI) Karangnongko Kiri di Kabupaten Blora seluas 1.746 hektar dan DI Karangnongko Kanan di Bojonegoro seluas 5.203 hektar.

Suplai Air Baku

Selain untuk irigasi, bendungan juga dirancang menyuplai air baku sebesar 1.150 liter per detik untuk Bojonegoro, Ngawi, Blora, dan Tuban. Suplai ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi 270.305 jiwa.

Bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir di Sungai Bengawan Solo. Diproyeksikan dapat mereduksi debit banjir hingga 760 hektar, khususnya di wilayah hilir Lamongan.

Sistem irigasi akan memanfaatkan Sungai Bengawan Solo untuk mengairi kawasan Solo Valley Werken. Kawasan ini merupakan jaringan irigasi lama dari era Hindia Belanda, yang membentang hingga Surabaya.

Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menyatakan, bendungan juga berpotensi menjadi sumber listrik tenaga air berkapasitas 1 megawatt.

“Bendungan ini juga bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata air dan kuliner berbasis ekonomi lokal di Bojonegoro dan Blora,” ujar Gatut. (HRZ)

Baca Juga: Kelola Aliran Sungai Bengawan Solo, 3 BUMN Karya Garap Proyek Bendungan Karangnongko Paket 1

Share