Home Berita Bandara Dhoho Kediri Babak Baru Penerbangan Nasional

Bandara Dhoho Kediri Babak Baru Penerbangan Nasional

Share


JAKARTA, LINTAS – Momentum Hari Pahlawan menandai beroperasinya kembali Bandar Udara (Bandara) Internasional Dhoho, Kediri, Jawa Timur, Senin (10/11/2025).

Penerbangan perdana Super Air Jet (Airbus A320-200) dengan nomor penerbangan IU-356 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menuju di Bandara Internasional Dhoho, Kediri, Jawa Timur, Senin (10/11/2025), berjalan mulus.

Direktur Operasional PT Hastari Jaya Sentosa Riel Mantik, membagikan pengalamannya turut serta dalam penerbangan perdana tersebut.

“Biaya penerbangan Jakarta – Kediri sebesar Rp 856.000. Pesawat take off pukul 10.20 WIB dan penerbangan memakan waktu 1 jam 10 menit atau lebih cepat 10 menit bila ke Bandara Juanda. Sedangkan untuk harga tiket kembali ke Jakarta Rp 700.000 pada pukul 12.30 WIB,” ujar Mantik, saat dihubungi Lintas melalui sambungan telepon, Selasa (11/11/2025).

Sebagai salah satu yang turut andil dalam pembangunan Bandara Dhoho Kediri (2015- 2024), Mantik menceritakan penerbangan perdana dari Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Jam keberangkatan hampir bersamaan dengan penerbangan ke Bandara Banyuwangi. Untuk waktu terbangnya ontime seperti dalam boarding pass.

“Saat landing sangat mulus di runway karena masih baru dibandingkan dengan runway bandara yang lama. Menariknya, sesampainya di Apron kami disambut dengan water salute atau ritual penerbangan dengan cara penyemprotan air dari truk tangki ke bagian atas badan pesawat sebagai perayaan penerbangan perdana di bandara tersebut,” ujarnya.

“Keluar dari pesawat kami dan penumpang lainnya disambut dengan menerima cenderamata berupa gantungan kartu kredit dan topi Gudang Garam.”

Sebagai informasi, Bandara Dhoho ini dimiliki oleh PT Surya Dhoho Investama yang merupakan anak perusahaan dari PT Gudang Garam Tbk, yang dioperasikan oleh Injourney Airports.

Direktur Operasional PT Hastari Jaya Sentosa Riel Mantik. |Dok/Pribadi.

Proyek Percontohan

Bandara Dhoho Kediri adalah proyek percontohan pertama di Indonesia dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBPU) atas Prakarsa Badan Usaha (unsoliciated).

Nama Bandara Dhoho berasal dari kata Daha atau Dahanapura yang memiliki arti Kota Api. Dahulu, Daha merupakan sebuah kota kuno yang pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kerajaan Kediri.

Bandara Dhoho diresmikan pada Jumat, 18 Oktober 2024 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Plt Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono (2024-2025), Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airpots) Faik Fahmi, dan Presiden Direktur PT Surya Dhoho Investama Istata T Siddharta.

Dalam inaugural flight atau resepsi penyambutan tersebut hadir otoritas penerbangan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan sejumlah kepala daerah di Kediri dan sekitarnya.

Dikutip dari majalahlintas.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Dhoho tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur transportasi, melainkan juga diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi perekonomian dan kehidupan sosial di kawasan Kediri dan sekitarnya.

Baca Juga: Akses Tol Bandara Dhoho Kediri Dikebut, Siap Beroperasi 2026

Adapun rute penerbangan Jakarta – Kediri (sebaliknya) dijadwalkan penerbangannya sebanyak 3 kali dalam seminggu, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat (Jakarta (CGK) – Kediri (DHX) pukul 10.20 WIB dan Kediri (DHX) – Jakarta (CGK) pukul 12.30 WIB). (PAH)

Oleh:

Share