Home Berita Bandara Juanda Surabaya Tetap Beroperasi Normal Pascaputing Beliung

Bandara Juanda Surabaya Tetap Beroperasi Normal Pascaputing Beliung

Share

JAKARTA, LINTAS – Operasional Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dipastikan tetap berjalan aman dan terkendali pascakejadian cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.

Seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat melakukan langkah pengamanan, pemeriksaan, serta pemulihan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa cuaca buruk tersebut sempat berdampak terhadap operasional penerbangan, antara lain berupa holding pada penerbangan kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.

“Seluruh langkah mitigasi telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” kata Lukman dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Sempat Mengalami Holding

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, di antaranya penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air. Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang karena kondisi cuaca di Juanda tidak memungkinkan untuk pendaratan.

Dari seluruh kejadian tersebut, tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari maskapai yang terdampak. Di sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment (GSE), khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh.

Namun demikian, seluruh kejadian telah ditangani dan dipastikan tidak berdampak pada pesawat. Hasil pemeriksaan juga memastikan runway dan apron dalam kondisi bersih dari foreign object debris (FOD), fasilitas navigasi penerbangan tidak mengalami kerusakan dan beroperasi normal, serta perimeter bandara tetap aman.

Proses Pemulihan

Sementara itu, di area Terminal 1, angin puting beliung mengakibatkan pohon tumbang dan rambu lalu lintas roboh di akses jalan masuk sisi utara. Kondisi tersebut sempat menyebabkan pengalihan arus kendaraan, namun saat ini telah kembali normal. Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, meski kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif dan aman.

Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur internal pengelola bandara. Adapun Terminal 2 dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan. Operasional terminal, arus kendaraan, serta aktivitas pelayanan penumpang berjalan normal dan terkendali.

Dari sisi pelayanan penumpang, cuaca buruk menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, di antaranya penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines.

Menerapkan Manajemen Keterlambatan

Maskapai bersama pengelola bandara telah menerapkan manajemen keterlambatan (delay management) sesuai ketentuan, melalui pembaruan jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman secara berkala kepada penumpang, serta pemberian kompensasi sesuai regulasi.

“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” ujar Lukman. (CHI)

Baca Juga: AirAsia Resmi Buka Rute Bali–Da Nang, Mulai 26 Maret 2026

Oleh:

Share