KEDIRI, LINTAS — Pembangunan ruas akses tol menuju Bandara Dhoho Kediri terus menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek strategis sepanjang 6,8 kilometer ini dinilai menjadi salah satu infrastruktur paling penting untuk mendukung konektivitas kawasan Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur.
PT. Hastari Jaya Sentosa selaku kontraktor pelaksana menargetkan ruas Seksi 1 sepanjang 3,4 kilometer dan PT. Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) pada Seksi 2 sepanjang 3,4 km dapat berfungsi pada tahun 2026.
“Kami memulai pekerjaan sejak Oktober tahun lalu dan menargetkan akses tol dapat berfungsi pada tahun 2026. Akses tol ini akan memberikan jalur langsung menuju Bandara Dhoho tanpa harus melewati simpul kemacetan,” ujar Direktur Utama PT Hastari Jaya Sentosa, Samuel PJ Sirait dalam wawancara eksklusif bersama Lintas, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Samuel, pembangunan akses tol ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan tol di kawasan Kediri yang semakin terintegrasi dengan jalur tol dari Kertosono menuju Kediri – Tulungagung.
“Konektivitas utama berasal dari jalur Kertosono. Integrasi jaringan ini akan mempercepat arus kendaraan menuju Bandara Dhoho dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional,” katanya.
Dengan ramp desain yang memungkinkan akses kendaraan langsung ke bandara, ruas ini diharapkan menjadi penghubung strategis bagi mobilitas penumpang maupun logistik. Konsep ini dinilai lebih efisien dibandingkan model tol bandara di beberapa daerah lainnya, yang masih harus melewati simpul perlintasan sebelum masuk ke area bandara.

Empat Ramp, Arah Kota dan Bandara Terhubung
Deputy Project Manager Pembangunan Ruas Tol Akses Bandara Dhoho Seksi 1, Ananda Ram Ali Akbar, merinci Interchange Bulawen menjadi titik kritis penyelesaian pekerjaan yang menjadi pusat pergerakan kendaraan.
“Interchange Bulawen terdiri dari empat ramp. Saat ini kami berfokus pada penyelesaian pekerjaan di Interchange Bulawen yang menghubungkan Bandara Dhoho yang terletak pada Kediri Kabupaten menuju Kota dan Simpang Sebidang Jl. Jenderal Sudirman.
Ia menambahkan bahwa simpang sebidang sudah mulai masuk ke pekerjaan perkerasan beton (pelebaran rigid pavement) dan sebagian main road sudah memasuki tahap lean concrete. Pekerjaan perkerasan rigid pavement pada main road akan dijadwalkan mulai pada awal bulan Januari.
Ananda menjelaskan total penanganan konstruksi di main road mencapai 3,4 km, ditambah akses interchange dan ramp sepanjang ± 2,38 km serta frontage road ± 0.79 Km. Gerbang tol berada pada STA 4+750 dan menjadi titik kontrol untuk kendaraan yang akan menuju Kota Kediri.
Di sisi lain, simpang sebidang Jl. Jenderal Sudirman melalui interchange Bulawen disiapkan sebagai jalur alternatif non-tol bagi kendaraan yang akan keluar maupun masuk menuju Bandara Dhoho. Jalur ini nantinya akan terintegrasi sehingga arus kendaraan dapat terdistribusi dengan lebih lancar.
Tol Pertama Kediri
Menjelang penerbangan perdana di Bandara Dhoho pada Senin (10/11/2025), pekerjaan fokus pada penyelesaian pelebaran simpang sebidang, pengaturan perambuan, serta pembersihan area konstruksi, terutama di simpang sebidang yang menjadi jalur utama akses menuju bandara.
“Perambuan kami lengkapi, penunjuk arah sudah dipasang, dan pembersihan area kami lakukan penuh agar tidak ada material tanah yang mengganggu arus lalu lintas,” tambah Ananda.
Ia menyampaikan harapannya agar pembangunan tol pertama di Kediri ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
Baca Juga: Kemenhub Siaga Awal Hadapi Libur Nataru 2025/2026, Waspadai Kemacetan di Tol Bocimi
“Sebagai tol pertama di Kediri, kami berharap proyek ini membawa manfaat besar. Sesuai jargon kami, Satu Hati Membangun Negeri, Hastari ingin memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan infrastruktur nasional,” tuturnya. (MAL/PAH/ROY)





