Home Berita Menhub Dudy Dorong Transformasi Layanan Penerbangan Nasional

Menhub Dudy Dorong Transformasi Layanan Penerbangan Nasional

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong percepatan transformasi sektor penerbangan nasional guna menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri penerbangan saat ini. Transformasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan, keselamatan, serta daya saing industri penerbangan Indonesia di tengah dinamika global.

Menurut Dudy, sektor penerbangan saat ini menghadapi berbagai persoalan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama di era keterbukaan informasi. Setiap gangguan layanan, kata dia, dapat dengan cepat menjadi sorotan publik dan memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan.

“Kita semua memahami bahwa sektor penerbangan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, setiap gangguan layanan penerbangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan,” ujar Dudy dalam Aviation Sharing Session yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Flight Delay

Beberapa isu yang sering menjadi sorotan publik antara lain keterlambatan penerbangan (flight delay), fasilitas bandara yang belum sepenuhnya optimal, serta pengalaman perjalanan penumpang yang belum sepenuhnya memuaskan.

Di sisi lain, industri penerbangan juga harus menghadapi berbagai dinamika eksternal, seperti fluktuasi harga bahan bakar avtur, kebutuhan investasi teknologi dan infrastruktur, serta tuntutan peningkatan standar keselamatan penerbangan yang semakin tinggi.

Untuk itu, pemerintah menilai percepatan transformasi sektor penerbangan perlu segera dilakukan. Transformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan bagi masyarakat.

Dalam upaya tersebut, Dudy mendorong pelaku industri penerbangan untuk memperkuat digitalisasi layanan atau konsep Smart Aviation. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan konsep Airportpreneurship, yaitu menjadikan bandara tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Transformasi juga mencakup modernisasi sistem navigasi penerbangan serta peningkatan kualitas infrastruktur bandara. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan.

Empat Faktor Utama

Lebih lanjut, Menhub menekankan empat faktor utama yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi sektor penerbangan. Keempat faktor tersebut adalah aspek keselamatan dan keamanan (safety and security), sinergi dan kolaborasi, perhatian pada detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan maupun operasional. Pada saat yang sama, kolaborasi antar pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat agar transformasi sektor ini dapat berjalan optimal,” kata Dudy.

Ia menambahkan, transformasi sektor penerbangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama erat antara regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Kita harus selalu siap menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja di industri penerbangan. Karena itu, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dan kesiapan operasional menjadi kunci menjaga keandalan layanan penerbangan nasional,” ujar Dudy. (CHI)

Baca Juga: Program Motis 2026 Dibuka, DJKA Sediakan Angkutan Motor Gratis dengan Tiga Jalur Mudik

Oleh:

Share