JAKARTA, LINTAS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di Sorong sebagai upaya menjaga konektivitas wilayah Papua Barat Daya, khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan bahwa pengoperasian kapal dari Pelabuhan Klademak, Kota Sorong, dan Pelabuhan Arar, Kabupaten Sorong, merupakan komitmen nyata ASDP dalam memastikan kesinambungan Pelabuhan Klademakwilayah kepulauan.
Menurut Heru, layanan penyeberangan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penghubung utama masyarakat dengan pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
“Layanan penyeberangan menjadi jembatan harapan masyarakat agar tetap terhubung dan memiliki akses yang setara terhadap berbagai layanan dasar,” ujar Heru dikutip Senin (2/2/2026).


Konektivitas yang Terjaga
Ia menambahkan, konektivitas yang terjaga berperan penting dalam memperkuat integrasi wilayah dan mendorong pertumbuhan sosial serta ekonomi di Papua Barat Daya.
Saat ini, ASDP Cabang Sorong mengoperasikan 18 lintasan penyeberangan yang dilayani oleh empat armada kapal, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, dan KMP Kalabia. Seluruh armada tersebut beroperasi sepanjang tahun guna memastikan mobilitas masyarakat kepulauan tetap berjalan lancar.
Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, ASDP Cabang Sorong telah melayani lebih dari 64 ribu penumpang dan sekitar 12 ribu unit kendaraan. Tingginya angka ini mencerminkan besarnya ketergantungan masyarakat wilayah kepulauan terhadap layanan penyeberangan.
Dukung Logistik dan Pariwisata
Heru menambahkan, selain melayani penumpang, ASDP juga memegang peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi logistik antarpulau.
General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menyebutkan bahwa sepanjang 2025 pihaknya telah menyeberangkan sekitar tiga ribu muatan barang.
Muatan tersebut mencakup berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti gula, kecap, mie instan, dan komoditas sembako lainnya. Distribusi yang lancar dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di wilayah kepulauan.
“Transportasi penyeberangan menjadi tulang punggung distribusi logistik di wilayah 3T,” kata Eko.
Gerbang Utama ke Raja Ampat
Di sisi lain, jalur penyeberangan Sorong juga menjadi pintu gerbang utama menuju Raja Ampat, destinasi wisata kelas dunia dengan daya tarik alam seperti Wayag, Manta Sandy, dan Kali Biru. Beragam aktivitas wisata, mulai dari snorkeling, diving, island hopping, hingga birdwatching, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu unggulan pariwisata nasional.
Untuk mendukung sektor tersebut, ASDP melayani lintasan strategis, antara lain Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, Sorong–Kalobo, Wejim–Kofiau, Arefi–Pam, serta Gag–Gebe. Sejak Oktober 2025, ASDP juga mengoperasikan lintasan baru Foley–Waigama guna memperluas akses masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas kawasan wisata.
Sebagai penghubung utama antarpulau, ASDP berkomitmen terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan, guna menjaga keterhubungan wilayah 3T, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya. (CHI)

























