Home Berita 13 Unit Lokomotif Baru KAI Siap Operasi, Dukung Angkutan Batu Bara

13 Unit Lokomotif Baru KAI Siap Operasi, Dukung Angkutan Batu Bara

Share

JAKARTA, LINTAS — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerima 13 unit lokomotif baru tipe CC 205 buatan Progress Rail, Amerika Serikat, yang kini tengah menjalani proses pengecekan menyeluruh sebelum dioperasikan untuk mendukung angkutan barang, khususnya batu bara.

Pemeriksaan teknis dilakukan di Dipo Lokomotif Tanjungkarang, salah satu pusat perawatan utama KAI di wilayah Sumatera Selatan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pengecekan ini merupakan prosedur wajib demi memastikan kesiapan dan keamanan sarana sebelum melayani masyarakat.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Setiap lokomotif harus melewati serangkaian tahapan pengecekan teknis untuk memastikan keandalan dan performanya di lapangan,” ujar Anne dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).

Proses pemeriksaan meliputi aspek traksi, sistem pengereman, kelistrikan, fitur keselamatan, serta perangkat kontrol digital yang terpasang pada lokomotif. Dengan spesifikasi canggih, lokomotif-lokomotif ini akan memperkuat armada angkutan barang KAI yang saat ini terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan logistik nasional.

Dukung Pasokan Energi Nasional

Pengadaan 13 unit lokomotif ini merupakan bagian dari rencana investasi KAI senilai USD 222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun untuk pengadaan total 54 unit sarana angkutan barang. Langkah ini diambil guna memenuhi proyeksi lonjakan volume angkutan barang hingga 2029, yang ditargetkan mencapai 111,2 juta ton untuk batu bara dan 10,9 juta ton untuk angkutan non-batu bara.

Lokomotif tipe CC 205 memiliki kemampuan menarik hingga 61 gerbong atau sekitar 3.050 ton muatan dalam satu perjalanan. Kemampuan ini setara dengan menggantikan pergerakan 120 truk kontainer berukuran 40 kaki, sehingga menjadi solusi logistik yang jauh lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.

“Kami memandang pengadaan dan pengecekan ini bukan hanya soal kesiapan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab kami terhadap keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan logistik nasional,” jelas Anne.

Logistik Ramah Lingkungan

KAI menegaskan bahwa moda transportasi kereta api memiliki keunggulan dalam menurunkan emisi karbon hingga 84 persen dibanding angkutan berbasis jalan raya. Selain itu, distribusi barang melalui kereta api juga mengurangi kepadatan lalu lintas, menurunkan risiko kecelakaan, serta memperpanjang usia infrastruktur jalan yang kerap rusak akibat beban truk berat.

Anne menyebut, hadirnya lokomotif baru ini akan memperkuat peran strategis KAI dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih hijau, efisien, dan terukur.

Baca Juga: Penertiban Kendaraan ODOL di Tol Belmera, 30 Truk Terjaring

“Kereta api mendorong logistik Indonesia melaju lebih cepat, bermanfaat, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tutur Anne. (CHI)

Oleh:

Share