JAKARTA, LINTAS — Dalam upaya mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol, Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT) melalui Representative Office 1 (RO1 JNT) menggelar Operasi Penertiban Kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di Gerbang Tol Belawan, Ruas Tol Belmera, Kamis (24/7/2025).
Operasi ini melibatkan sinergi berbagai pihak, yakni PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Polisi Militer TNI Angkatan Laut, Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumatera Utara, Kepolisian Polres Pelabuhan Belawan, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) II Sumatera Utara, serta PT Jasa Raharja.
Dari hasil operasi, sebanyak 35 kendaraan angkutan barang diperiksa, dan 30 di antaranya terbukti melanggar aturan dengan membawa muatan berlebih atau berdimensi tidak sesuai ketentuan.
Senior Manager RO1 JNT, Ahmad Fikri, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Jasa Marga bersama para mitra untuk menjaga kualitas dan keamanan infrastruktur jalan tol, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kendaraan ODOL bukan hanya membahayakan pengguna jalan lainnya, tetapi juga mengancam keselamatan pengemudi sendiri. Selain itu, muatan berlebih bisa mempercepat kerusakan jalan tol yang pada akhirnya merugikan banyak pihak,” ujar Fikri dalam keterangannya yang diterima Jumat (25/4/2025).

Dilakukan Berkala
Ia juga menegaskan bahwa operasi semacam ini akan terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kesadaran para pengemudi dan pelaku usaha logistik terhadap pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, khususnya di jalan tol.
Baca Juga: MRT Jakarta Siap Ekspansi ke Serpong, Studi Kelayakan Dimulai
Sebagai langkah preventif, Jasa Marga mengimbau para pengemudi kendaraan angkutan barang untuk, selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan, tidak melakukan modifikasi dimensi kendaraan dan memastikan muatan tidak melebihi kapasitas yang diperbolehkan.
“Operasi ODOL ini menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan jalan tol berkelanjutan, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan transportasi jalan yang aman dan andal,” tutur Fikri. (CHI)

























