Home Berita Usai Terisolasi, Transportasi Laut ke Enggano Normal Lagi

Usai Terisolasi, Transportasi Laut ke Enggano Normal Lagi

Share

JAKARTA, LINTAS — Kementerian Perhubungan memastikan konektivitas laut ke Pulau Enggano, Bengkulu, kini kembali beroperasi secara bertahap setelah sempat terputus akibat pendangkalan alur pelayaran.

Hal ini ditandai dengan keberhasilan uji coba olah gerak kapal di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, yang menjadi jalur utama penyeberangan menuju Enggano.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, dua kapal—KM M.H. Thamrin dan KMP Pulo Tello—telah berhasil menjalani uji coba pelayaran ke Pulau Enggano dalam kondisi cuaca baik dan air laut pasang tertinggi. KM M.H. Thamrin membawa 110 penumpang, sedangkan KMP Pulo Tello mengangkut kendaraan tangki berisi bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan masyarakat di pulau tersebut.

“Sejak beberapa hari lalu, uji coba keluar-masuk kapal dilakukan untuk memastikan keamanan alur pelayaran. Ini adalah langkah awal untuk memulihkan konektivitas dan distribusi logistik ke Enggano,” ujar Menhub Dudy, Rabu (9/7/2025).

Urat Nadi Logistik

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyebut keberhasilan pelayaran KMP Pulo Tello sebagai momentum penting.

“Ini bukan sekadar pembukaan kembali rute penyeberangan. Kapal ini membawa BBM yang sangat dibutuhkan di Enggano. Jalur ini adalah urat nadi logistik,” tegasnya.

Selama alur pelabuhan belum dapat dilalui kapal besar, ASDP tetap menjaga kesinambungan layanan dengan mengerahkan kapal pendukung bersama Basarnas, Lanal, Polair, dan KPLP. Kini, layanan reguler mulai dipulihkan secara terbatas, meskipun jadwal pelayaran masih bersifat tentatif tergantung kondisi cuaca dan kesiapan pelabuhan.

Baca Juga: Rehabilitasi Pelabuhan dari Sumatera Hingga Papua Jadi Prioritas Kemenhub di 2026

Sebagai bentuk kepedulian sosial, ASDP juga memberikan diskon hingga 50 persen untuk kendaraan logistik, termasuk pengangkut hewan kurban dan hasil pertanian. Penumpang yang melakukan perjalanan rujukan medis juga mendapatkan tiket gratis, termasuk bagi tenaga kesehatan dari puskesmas dan dinas terkait.

Heru mengapresiasi koordinasi cepat antara KSOP Kelas III Pulau Baai, PT Pelindo, dan Pemerintah Daerah Bengkulu dalam mengatasi pendangkalan pelabuhan. Saat ini pengerukan masih berlangsung dengan dukungan alat berat dan kapal keruk yang akan disiagakan secara jangka panjang guna menjaga kelancaran pelayaran.

KMP Pulo Tello menempuh jarak 106 mil laut dari Bengkulu ke Enggano dalam waktu sekitar 12 jam. Kapal ini memiliki kapasitas 229 penumpang dan 22 kendaraan.

Mobilitas dan Ekonomi Masyarakat

Sepanjang Januari hingga Juni 2025, kapal ini telah mengangkut 3.695 penumpang dan 574 kendaraan. “Transportasi laut seperti ini adalah tulang punggung mobilitas dan ekonomi masyarakat kepulauan,” ujar Heru.

Ia menegaskan bahwa kehadiran ASDP di lintasan perintis merupakan bagian dari mandat strategis pemerintah.

“Kami hadir bukan hanya sebagai operator transportasi, tapi juga sebagai wujud nyata kebijakan negara dalam menjamin konektivitas, ketahanan sosial, dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah 3T,” imbuhnya.

Apresiasi juga datang dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka. Dalam rapat paripurna DPR, ia menyambut baik langkah cepat pemerintah dalam memulihkan konektivitas Enggano.

Baca Juga: Kemenhub Pastikan Rute Udara Perintis Kembali Normal hingga Akhir 2025

Ia juga menyinggung terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 sebagai bentuk komitmen Presiden dalam menjamin aksesibilitas untuk seluruh warga negara.

Rieke mengingatkan, pendangkalan pelabuhan adalah ancaman serius bagi masa depan wilayah kepulauan. “Indonesia adalah negara kepulauan. Pelabuhan adalah urat nadinya. Jika akses laut terganggu, kesejahteraan dan ketahanan wilayah juga ikut terdampak. Ini harus jadi perhatian serius bagi pemerintah dan DPR ke depan,” tegasnya. (CHI)

Oleh:

Share