JAKARTA, LINTAS – Jajaran pemerintah dan manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendatangi rumah duka korban kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk empati sekaligus penegasan komitmen investigasi menyeluruh atas peristiwa tersebut.
Rombongan yang dipimpin Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono memulai takziah di kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban. Kami hadir untuk memastikan keluarga mendapatkan pendampingan yang diperlukan,” ujarnya.
Investigasi dan Evaluasi Keselamatan
KAI menegaskan proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi komprehensif terhadap aspek keselamatan operasional kereta api.
“Proses investigasi sedang berjalan dan akan menjadi pijakan perbaikan agar keselamatan perjalanan semakin terjamin,” kata Bobby.

Keluarga korban berharap penyebab kecelakaan segera terungkap. Hary Marwata, ayah salah satu korban, menyebut putrinya merupakan pengguna KRL setiap hari untuk bekerja. Ia berharap investigasi berjalan transparan dan cepat.
Data Korban dan Santunan
Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat 16 orang. Sebanyak 45 korban masih menjalani perawatan, sementara 45 lainnya telah diperbolehkan pulang. Seluruh korban dirawat di rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI Group memberikan santunan sebesar Rp 35 juta bagi korban meninggal dunia dan Rp 15 juta bagi korban luka. Selain itu, barang milik korban yang ditemukan akan dikembalikan melalui posko layanan yang disiapkan di Stasiun Bekasi Timur serta Stasiun Gambir.
Operasional Mulai Pulih Bertahap
KAI memastikan jalur di Bekasi Timur telah melalui proses evakuasi, pembersihan, dan pemeriksaan keselamatan sebelum kembali dioperasikan. Mulai pukul 14.00 WIB, stasiun kembali melayani penumpang, sementara perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang dipulihkan secara bertahap.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan seluruh tahapan pemulihan dilakukan dengan kehati-hatian.
“Seluruh proses telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api,” jelasnya. (CHI)
Baca Juga: Tanjung Priok Jadi Motor Pertumbuhan PTP Nonpetikemas Awal 2026

























